Minggu, 19 Agustus 2018

AKHIRNYA PERSEGA TERBENTUK

Sumber gambar: manajemen.bisnis.com

Perdebatan alot itu berlangsung cukup lama untuk memilih siapa yang layak untuk menduduki posisi teratas di PERSEGA.

Ya Persatuan Sekretaris selingkungan YIGA itu telah dibentuk, namun tim formatur masih menentukan siapa yang akan didaulat untuk menahkodai organisasi yang bakal ikut mewarnai citra Yayasan tersebut.

Sederet nama muncul kepermukaan sesuai dengan kapasitas dan keahliannya masing-masing. Kesemuanya seolah saling memenuhi sebagaimana kriteria yang telah ditetapkan oleh tim formatur.

Suasana rapat di pagi yang cerah itu terasa begitu sakral dan formal karna diikuti oleh para petinggi dari unsur Yayasan, Madrasah dan juga pondok baik putra maupun putri.

PERSEGA digadang-gadang akan dapat mengontrol dan mengawal perbaikan tata kelola administrasi dan rumah tangga unit bagi anggotanya, yakni semua sekretaris dan staf administrasi di semua unit pendidikan di bawah naungan YIGA.

Gagasan itu muncul setelah mengkaji banyaknya masukan baik dari kalangan internal maupun eksternal Yayasan. Karena tidak dapat dipungkiri, eksistensi administrasi di dunia pendidikan kini tak kalah pentingnya dengan proses KBM itu sendiri.

Pihak Yayasan mengapresiasi segala bentuk masukan tersebut, terutama dari para alumni dan wali santri dengan langkah sigap segera membentuk tim formatur.

Di antara visi misi yang akan dijalankan adalah program akreditasi regional yang pernah di gagas sebelumnya. Program tersebut diharapkan akan dapat menstandartkan pengelolaan hal ihwal perkantoran.

Workshop peningkatan dan pengembangan SDM perkantoran dengan mengundang psikolog dan profesional juga akan digelar secara berkala. Target dari kegiatan tersebut adalah untuk menempa kepribadian para karyawan menjadi tenaga berbudaya kerja dan produktif.

Dalam waktu-waktu tertentu juga akan mendelegasikan beberapa karyawan untuk mengikuti pelatihan di luar. Berwawasan luas, open mind dan tidak hanya jago kandang menjadi prospek kegiatan ini.

Tim dari kalangan akademik juga dibentuk untuk menyusun sebuah buku panduan tentang tata kelola kearsipan yang akan menjadi rujukan para staf dalam bekerja.

Penggunaan manual book tersebut akan dapat menjadi tolak ukur dalam menilai hasil kerja sehari-hari para karyawan. Dan sebaliknya para karyawan yang tidak bekerja sebagaimana prosedural akan dapat ditegur dengan dasar buku tersebut.

Buku rujukan teramat penting karena juga sebagai "peta" para karyawan baru dalam menjalankan tugas yang baru mereka emban, tidak hanya dihadapkan pada komputer tanpa acuan kerja yang jelas, kesan "mencari-cari" pekerjaan pun dapat dihindari.

Program-program tersebut dibentuk bukan tanpa alasan. Karena memang selama ini para karyawan bekerja berdasarkan kemauan dan kemampuannya masing-masing.

Mereka-mereka yang "berkemauan" akan bekerja dengan target-target tertentu bermodal kreativitasnya sendiri untuk menghasilkan sebuah karya inovasi demi kemajuan institusi.

Namun sebaliknya bagi yang berkemauan rendah akan bekerja sekehendaknya sendiri, yang penting memperlihatkan diri masuk kerja dengan mengerjakan tugas yang "dibuatnya" sendiri.

Mensikapi ini, tentu pimpinan akan mengalami kesulitan untuk mengukur dan menilai "hasil" dari fungsi tugasnya masing-masing.

Dalam PERSEGA juga mencanangkan pemberian reward dan punishment pada tiap anggotanya. Tujuan dari diberlakukannya terobosan ini tidak lain hanya untuk menstimulus kerja dan kinerja para karyawan.

Asshalatu wassalaamu 'alaiiik ....
Remang-remang terdengar lantunan suara yang tiap hari terdengar. Sambil mengumpulkan kesadaran aku terbangun dari mimpi di malam hari itu .... loalah ...

@myh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar