Minggu, 05 Agustus 2018

MENGAJAR DI STAIDA MEMBUAT SAYA SEMAKIN BODOH

Sumber Gambar: Nasional Tempo.co

Empat tahun yang lalu, saya di rekrut untuk bergabung di STAIDA, sebuah PT milik Yayasan Islam al Ghozali tempat saya mengenyam pendidikan S1.

Tugas pertama yang saya emban adalah membantu di bagian administrasi, namun setengah tahun berikutnya tugas ditambah sebagai asisten dosen hingga kini.

Setelah masuk kuliah S2 (proses perkuliahan), tugas bertambah lagi dengan menjadi pemegang mata kuliah dan kelas di prodi MPI, dan terkadang juga masuk di AS.

Dari sini rasa nyaman untuk mengajar saya rasakan, karena banyak sekali pengetahuan dan pengalaman baru yang saya terima. Keputusan untuk lepas dari bagian administrasi saya pilih agar konsen di kelas.

Berbagai teori tentang manajerial saya sampaikan di kelas berdasarkan mata kuliah yang saya terima dari pihak kampus. Dan kebanyakan sudah pernah saya praktekkan di kantor saat kerja di pagi hari, di SPM Madrasatul 'Ulya, namun asal-asalan tanpa teori.

Menengok ke belakang, tepat sebelas tahun yang lalu saya di rekrut untuk bergabung di kantor madrasah di bagian adminiatrasi. Dengan tanpa pengetahuan dan pelatihan sebelumnya, semua yang saya kerjakan hanya berdasarkan arahan dari pimpinan.

Setelah mengajar tentang mata kuliah manajemen di Staida, seolah membelalakkan mata saya, betapa amburadulnya tata kelola administrasi di kantor Madrasah. Banyak kerja dan kinerja yang saya lakukan tiap hari tidak sesuai dengan standart dan prosedur.

Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, karena sebenarnya di dalamnya juga terkumpul manajer-manajer andal dan dosen ilmu manajemen.

Membutuhkan sedikit keberanian dan strategi cantik memang untuk mengubah budaya-budaya yang kurang pas, dan harus yakin jika perubahan berdasarkan keilmuan pasti akan baik hasilnya.

Jika semua dapat berjalan sesuai dengan standart dan prosedur dengan tetap menjaga ala Madrasah Krempyang, tentu kemajuan dan perubahan dahsyat lainnya akan segera tercapai.
Amin...

@myh

LINGKUNGAN YANG MENGINSPIRASI

Sumber Gambar: Gandeng Tangan

Segala hal yang berada di sekitar kita dapat dijadikan stimulus untuk berubah menjadi yang lebih baik.

Peran, karakter, sikap dari setiap orang merupakan hal unik yang dapat memberikan ibrah bagi siapa saja yang dapat mengambilnya.

Di beberapa kasus menggambarkan, prilaku istiqamah seorang pemuda untuk melakukan shalat berjamaah muncul setelah ia mengamati seorang kakek tua dengan kondisi sakit masih rajin ke Masjid.

Kecintaan kepada keluarga bertambah besar setelah melihat tetangga sebelah yang salah satu keluarganya meninggal karena sebuah ketelodaran.

Konsisten menulis setelah mengerti salah satu rekan sepermainan sejak kecil telah mengukir aneka karya dengan banyak menerbitkan buku.

Sederet daftar perubahan dan kesuksesan muncul hanya karena mengambil teladan pada orang-orang disekitarnya.

Bukan hanya itu, Kondisi tempat, alam, budaya, infotaiment dan lain sebagainya juga dapat memberikan inspirasi untuk berubah menjadi lebih baik.

Semua itu dapat berpengaruh jika kita dapat membuka hati, pikiran, kemauan dan semangat untuk benar-benar berubah. Karena memang hidayah bisa datang dari siapa saja, apa saja dan dari mana saja.

Jika Anda menjadi orang yang berpengaruh, maka harus pandai menjaga sikap. Perangai yang muncul akan disoroti berjuta mata untuk dijadikan pedoman dan diikuti .

Ciptakan sebuah perjalanan kehidupan yang dapat menginspirasi semua orang menuju kebaikan bersama.
Mari!!!!!

@myh

THINKING INTROVERT (Ti), PG UNTUK MENJADI EKSPERT

Sumber Gambar: STIFin

"Kamu harus menempuh S3" kata Bu Ana, Pegiat STIFin sekaligus dosenku di pasca.

Kata tersebut tercetus setelah PG ku diketahui berjenis Ti, ungkapan Bu Ana seolah menjadi pemompa kala kesemangatanku untuk belajar mengalami penurunan.

Ti merupakan sebuah kecerdasan yang menjadi modal empunya untuk menjadi seorang yang menekuni di satu atau dua bidang tertentu.

Karakter Ti yang senang mengatur, banyak mikir, kritis, memaksa, agresif, dingin dan ingin diakui seolah mendorong pemiliknya untuk menjadi seorang manajer dan ahli di bidang tertentu.

Hal itu yang menjadi penyemangat penulis untuk terus berupaya memaksimalkan potensi genetik yang ada untuk kebermanfaatan kehidupan. (Ciye ... sok dewasa banget).

Berangkat dari semangat tersebut ada dua hal yang ingin penulis perdalam dan seriusi, yaitu bidang manajerial dan menulis. "Biar jadi ekspert" kata Bu Ana lagi.

Bidang manajerial penulis geluti dengan memanfaatkan Madrasatul  'Ulya sebagai ladang "kelinci percobaan". Sebuah instansi yang bergerak di bidang pendidikan tempat di mana penulis bekerja.

Karena di dalamnya terkumpul orang-orang hebat yang dapat membantu terwujudnya segala program yang menjadi keinginan penulis. Banyak program yang berjalan atas inisiatif dan tanggungjawab penulis (edisi pede banget).

Saat bekerja di dalamnya seolah tak kenal lelah untuk berinovasi, berbagai ide bertaburan di sana menunggu untuk dieksekusi dan dikembangkan, tentu dalam semangat mencerdaskan anak bangsa dan kemajuan MU tadi.

Bidang menulis juga mulai digerakkan secara masif. Dunia tulis menulis sebenarnya bukan hal baru bagi penulis, sejak masih di pesantren sudah sering karya tulisannya di muat di mading milik madrasah, semua seolah mengalir begitu saja.

Gelora di bidang literasi bahkan pernah penulis lakukan saat manjadi pengurus di pesantren.

Hal itu terbukti dengan inisiatif penulis untuk membuat mading sendiri di kantor yang terbit dwi mingguan dengan nama "Hal Ta'rifu", norak bukan namanya? Isinya? Jangan tanya, mungkin tak jauh dari itu. Maklum tipikal agresif.

Gali informasi, menyusun serta menyajikannya di papan mading semua penulis lakukan sendiri. Konsistensi untuk terbitnyapun cukup terjaga, sampai 15 edisi (lumayanlah dari pada .... , hehe... Maaf pak sekred 🤭🤭) dan hanya berhenti di edisi ke sekian karena harus pulang,  Motivasinya hanya sederhana, ingin berbagi informasi.

Kegemaran menulis menemukan momennya setelah penulis ikut bergabung di perguruan tinggi milik yayasan. Di dalamnya penulis mendapat banyak sekali pembelajaran terutama di bidang literasi.

Semangat itu terjaga karena di dalamnya juga banyak terkumpul orang-orang dengan kemampuan luar biasa seperti pak Ani, Bu Ani, Pak Barid, Pak Pul dan lainnya. Sebuah perkumpulan yang menjadi semacam atmosfir dalam mengasah keterampilan penulis.

Kesemuanya penulis anggap sebagai sebuah proses menuju kemampuan mendalam sebagaimana impian yang penulis cita-citakan.
Semoga.

@myh

EVALUASI, PERANGKAT PENGKUALITASAN VISI MISI Menuju rapat guru tanggal 15

Sumber Gambar : Manajemen Iseng

Proses KBM telah berjalan sekitar satu bulan. Program dan kegiatan di luar kelas juga banyak dilakukan. Baik program baru maupun program rutin yang bersifat tahunan.

Perjalanan dari semua program yang telah direncanakan sebelumnya tentu juga mengalami kendala, hambatan, dukungan atau bahkan mungkin ada yang perlu untuk dikembangkan.

Maka untuk mensikapi itu semua, diperlukan proses evaluasi. Mengamati, mengontrol dan menilai yang kemudian dicatat sebagai bahan evaluasi besok tanggal lima belas.

Evaluasi merupakan Sebuah proses yang digunakan untuk mengontrol kegiatan yang tengah berjalan. Hasil dari monev tersebut akan dijadikan patokan kegiatan satu tahun kedepan.

Pihak manajerial Madrasah membutuhkan ide-ide brilian para guru yang tidak diragukan lagi pengalamannya. Setiap hari mereka berjibaku dengan proses KBM dan bersentuhan langsung dengan para siswa, objek utama dari proses pendidikan.

Guru-guru di Madrasatul 'Ulya juga banyak diisi oleh tenaga-tenaga muda yang enerjik serta penuh dengan gagasan hebat dan luar biasa. Mereka memiliki Semangat mengajar yang menggebu-gebu, istiqamah dan juga inovatif.

Aneka masukan diperluakan untuk mewarnai sekaligus meningkatkan kegiatan yang telah dijalankan agar semakin berkembang dan sesuai dengan apa yang dicita-citakan bersama.

Untuk itu mari kita persiapkan, kita catat dan kita kaji bersama dalam meeting rutin besok agar rapat berjalan efektif, efisien dan berdaya guna.

Evaluasi harus berorientasi tidak hanya pada hasil namun juga pada prosesnya. Karena sebuah proses juga sangat diperlukan dalam dunia pendidikan, sebuah wahana untuk menempa dan mendewasakan para peserta didik kita.

@myh

KEMALUAN DAN KETAKUTAN ITU MERENGGUT PELUANGKU

Sumber Gambar: NU Online

Percaya dengan bakat terpendam? Terma itu muncul untuk menyikapi orang-orang yang tidak menyadari akan potensinya.

Bakat tidak dapat muncul dikarenakan dua hal, pertama karena tidak adanya upaya dari si empu untuk mengeksplornya, dan kedua karena tertutupi rasa malu dan ketakutan yang berlebih.

Faktor yang pertama menggambarkan tipikal orang yang tidak mampu mensyukuri atas anugerah Allah yang ada dalam dirinya berupa potensi yang harus dikembangkan.

Dan faktor yang berikutnya tipikal orang yang sadar akan potensinya namun karena menumpuknya rasa minder, malu, takut salah dan semacamnya menjadikan bakatnya tak tersalurkan.

Potensi setiap orang harus selalu diasah dan ditempa tiap hari. Hingga kemampuan tersebut semakin hari semakin terkubur, terpendam bahkan sampai hilang.

Banyak peluang dan kesempatan untuk merealisasikan hal itu, namun terhalangi hanya karena rasa malu dan takut salah yang menguasai.

Peluang-peluang emas seolah berlalu begitu saja tanpa ada pemanfaatan yang maksimal.

Andai semua dapat tergunakan dengan baik, maka akan bermunculan potensi-potensi besar yang luar biasa sebagai modal untuk menjalankan amanat Allah yakni mengelola bumi ini.

@myh

MENGOLAH MOOD DI PAGI HARI

Sumber Gambr: Deviantart
Terdapat sebuah penemuan menyatakan, suasana sehari semalam ditentukan oleh suasana seseorang di pagi hari.

Ketika mood seseorang mulai shubuh sampai pukul 10 pagi baik, maka besar kemungkinan akan baik pula mood itu sampai menjelang tidurnya. Hal itu berlaku juga sebaliknya.

Pada kenyataannya, Kondisi hati seseorang selalu berubah-ubah. Reaksi dari lingkungan terhadap suasana hati sangatlah kuat ketika kita tidak bisa menguasainya.

Dari gambaran tersebut, maka perlu untuk menata mood di pagi hari dengan beberapa aktivitas yang mempunyai daya efek luar biasa.

#Bangun sebelum shubuh
Rutinkan untuk bangun lebih awal minimal tiga jam sebelum bekerja, maka akan tercipta banyak ide dan daya kreatif yang tinggi.

Selain itu, jelang shubuh juga dapat dimanfaatkan untuk mengawali hari dengan aktivitas spiritual seperti shalat tahajud, witir, shalat fajar, membaca dalail dan sebagainya.

#Banyak minum air putih
Setelah semalaman tubuh tanpa asupan air, minum banyak air putih setelah bangun diperlukan untuk menghindari dehidrasi.

Kebiasaan itu sangat bagus dilakukan untuk kesehatan. Sediakan sebotol air putih di samping tempat tidur untuk diminum saat bangun sebelum melakukan apa-apa. Setelah itu diamlah sejenak kurang lebih lima menit. Biarkan air itu membasahi jantung, paru-paru dan organ-organ dalam lainnya.

#Shalat shubuh berjamaah
Mengawali hari dengan shalat shubuh berjamaah merupakan hal luar biasa. Hal itu menandakan sebelum mengerjakan hal-hal yang bersifat duniawi, terlebih dahulu mengutamakan ibadah yang bersifat ukhrawi.

Jamaah shalat shubuh menjadi semakin istimewa jika sebelumnya telah dilakukan jamaah shalat Isya', nilainya sama dengan ibadah sunnah semalam suntuk, dapat dibayangkan betapa beratnya melakukan itu.

#Membaca al Quran
Mengawali kerja mata dengan melihat rangkaian firman-firman Allah Swt. adalah langkah yang tepat.

Selain sebagai wujud rasa syukur karena masih diberikan kesempatan menikmati hari berikutnya, membaca al Qur'an juga dapat digunakan sebagai terapi penjernih mata.

Al Ghazali pernah berkata, mata dapat dijernihkan dengan banyak melihat hijau-hijauan, air mengalir dan juga ayat al Qur'an.

#Mengkonsep ide pekerjaan
Saat-saat tenang adalah di waktu pagi, selain masih fresh, pikiran juga masih jernih untuk menjaring ide-ide brilian.

Menggagas ide di pinggir jendela dengan melihat hijau dan rindangnya perkebunan serta iringan kicauan burung biasa penulis lakukan. Bahkan ide-ide gila banyak yang keluar saat (maaf) b-a-b. Banyak kegiatan-kegiatan besar dan sukses penulis yang berasal dari sana (hehe). Hal itu menunjukkan betapa bagusnya waktu pagi hari.

#Olah raga
Olah raga tidak hanya baik untuk kesehatan, namun juga berfungsi untuk menyeimbangkan antara jasmani dan rahani.

Hati, pikiran, akal akan bekerja maksimal di atas raga yang sehat dan andal. Itu diperoleh dengan rutin melakukan olah raga.

Olah raga tidak harus dilakukan dengan hal-hal yang berat atau bahkan masuk tempat fitnes atau nge- gym. Gerakan ringan seperti jogging, jalan kaki, bersih-bersih rumah juga termasuk kategori olah raga, yang terpenting dilakukan secara rutin.

Aktivitas lain seperti mengasuh anak, sarapan sebelum berangkat bekerja, shalat dhuha dan aneka aktivitas positif lainnya juga dapat dilakukan untuk mengubah mood kita di pagi hari untuk menyongsong hari yang cerah berikutnya.

@myh

Rabu, 01 Agustus 2018

SEMARAK KEMERDEKAAN TERASA SIANG MALAM

Sumber Gambar : Pena Aksi

Hari ini memasuki gerbang awal bulan Agustus. Bulan bersejarah bagi kita bangsa Indonesia. Sebuah tradisi perayaan kemerdekaan masih tetap dilestarikan di bulan ini hingga kini.

Moment di mana kita para penerus bangsa mengenang kembali para pejuang kemerdekaan yang gugur di medan perang dengan penuh keihlasan mengorbankan segala haknya demi anak cucunya.

Pengorbanan dan pengabdian mereka torehkan demi cita-cita negara untuk terbebas dari pengekangan hak dan kemerdekaan bangsa lain.

Kini tiba waktunya kita isi hasil jerih payah mereka dengan aneka ragam hal positif. Itu merupakan tugas kita sekarang untuk melestarian dan nguri-nguri peninggalan mereka. Hendaknya kita senantiasa bersyukur dapat menikmati kemerdekaan ini dengan tanpa mengangkat senjata, ya ... hanya memeriahkan saja.

Euforia perayaan kemerdekaan oleh semua warga Indonesia juga mulai terasa di semua penjuru kota dan desa. Berbagai kegiatan berikut pernak-perniknya telah dirancang demi memeriahkan bulan bahagia ini.

Namun ada yang beda pada perayaan tahun ini. Para warga dengan kompak memasang lampu flip flop di lingkungan dan sekitar rumah mereka. Sebuah cara baru dalam merayakan kemerdekaan.

Kini kemeriahan tidak hanya dirasakan saat siang saja dengan banyaknya umbul-umbul dan bendera yang dipasang, namun kesemarakan juga tampak lebih meriah ketika malam hari dengan asesoris lampu flip flop di mana-mana. Sebuah wujud bakti dan bukti akan kecintaan pada Negara.

Mari kita isi hari kemerdekaan ini dengan hal-hal positif, produktif dan bermanfaat sebagai wujud pengejawentahan rasa syukur kita pada Sang Pencipta.

@myh