Minggu, 16 Juli 2017

Tak ada yang Ingin Menjadi Pemalu


        Dalam kehidupan social bermasyarakat, terdapat beragam karakter dan sifat yang dimiliki manusia, ada yang supel, pendiam, ceria, melankolis, ekstrovert, introvert dan tipikal-tipikal lainnya, diantara yang termasuk bagian dari itu adalah sifat pemalu yang dimiliki seseorang.
       Memang, banyak nilai kurang yang dimiliki seseorang dengan karakter pemalu walaupun terdapat juga kelebihannya, akan tetapi dalam pergaulan sehari-hari, individu ini selalu di posisi buncit dan terbelakang, hal itu bisa dipandang baik dari orang lain maupun si empu itu sendiri.
       Prespektif orang lain menganggap seorang pemalu adalah tipikal orang yang sulit untuk diajak berkomunikasi, kurang menyenangkan dan kurang bisa mencairkan suasana, tidak pernah mengawali pembicaraan dan hanya menjawab dengan jawaban sepotong-sepotong dan garing, sehingga saat diajak bekerja secara tim sangat menyulitkan yang lain, rekan yang bertipe ekstrovert terkesan menjauh dengan mereka karena kurang adanya kecocokan.
       Prespektif si empu beragam, ada yang tidak nyaman dengan karakter demikian dan mencoba untuk berubah serta keluar dari kungkungan sifat pemalu, ada juga yang menikmati karakter pemalu tersebut dan tiada upaya untuk keluar dari zona aman tersebut. kajian tentang individu yang kedua dianggap tidak perlu karena bagaimanapun ia tetap kukuh dengan sikap bawaannya tersebut, gejala muncul saat berfokus pada individu pertama, yakni pemilik sifat pemalu akan tetapi ada upaya untuk berubah karena mungkin ia merasa banyak sekali keterbatasan-keterbatasan yang dihadapi, banyak kesempatan dan peluang yang terlewatkan hanya karena malu, ada beberapa alternative kegiatan yang bisa digunakan untuk melatih sikap berani :
1.    Gabung pada kegiatan organisasi
     Salah satu cara mengembangkan sikap berani adalah bergabung dengan kegiatan organisasi, walaupun pada awalnya hanya sebatan ikut-ikutan sebagai anggota tanpa terlibat dalam struktural kepengurusan, momen ini dapat dijadikan sebagai teladan atau model karakter yang perlu untuk diikuti dan dicontoh. Amati serta sedikit demi sedikit praktekkan segala sikap dan action para pimpinan dalam organisasi tersebut dengan tetap semangat untuk belajar.
2.    Terlibat dalam team work
     Prinsip kerja team work adalah semua menjadi anggota, semua menjadi pelaksana, walupun tetap diangkat kapten didalamnya, dengan mengikuti aktifitas semacam ini, semua karakter akan terasah karena keutuhan tim sangat dibutuhkan, sehingga sikap pemalu tanpa tersadar akan terkikis. Dan sedikit demi sedikit melalui proses keberanianpun akan mulai tumbuh.
3.    Mencari tokoh idola
     Tentukan tokoh yang dapat memberikan inspirasi, pelajari apa tindakan-tindakan yang mereka ambil ketika berhadapan dengan situasi yang sama, dan jangan lupa untuk mempraktekkan dalam segala aktifitas sehari hari. Tokoh yang baik bisa diikuti sisi positifnya, dan tokoh yang buruk juga bisa dicontoh untuk tidak diikuti, karena siapapun orang yang ada disekitar kita pasti ada kelebihan yang dapat kita suri tauladani.
4.    Banyak baca buku pengembangan diri
     Banyak sekali buku-buku yang bertemakan pengembangan diri, perbanyak referensi tentang buku senada, dan sekaligus mempraktekannya, selain memperluas wawasan, manfaat dari membaca buku ini pun banyak sekali, apalagi kalau tema yang sama dibaca secara intens, maka bisa jadi proses itu akan mambawa kepada ke-expert-an.
5.    Jaring saran dan kritik
     Jangan mudah marah kala hujatan dan kritikan datang menerpa, pelajari apakah benar vonis yang diberikan, kalau memang benar, segera tentukan langkah untuk memperbaikinya, namun jika tidak benar, klarifikasi dan buktikan kalau tuduhan itu tidak benar, kadang kala memang tanpa tersadar banyak aktifitas dan prilaku kita yang kurang baik dan memberikan rasa tidak nyaman kepada orang lain, nah orang lain merupakan kaca cermin yang cocok untuk melihat balik bagaimana sebenarnya perangai kita, meski tidak semua tuduhan yang dilontarkan kepada kita semuanya benar, minimal bisa kita jadikan bahan masukan, sikapi degan bijak, hanya ada dua pilihan dan itu semuanya terserah kita, batu yang mengahalang bisa dijadikan sandungan dan kita terjatuh atau jadikan batu loncatan untuk kita tumbuh.
6.    Dipaksa
     Setelah langkah-langkah diatas dilampaui. Core dari itu semua adalah praktek, praktek dan praktek, karena karakter pamalu berkaitan erat dengan sebuah tindakan nyata, perlu adanya pemaksaan untuk menjalankan aksinya, memang terkadang sulit dan tidak nyaman pada fase awal, akan tetapi ketidak nyamanan tersebut meruapakan efek dari perubahan sikap pemalu menuju pemberani dan supel. Wallahua’lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar