Minggu, 16 Juli 2017

Aku Rindu Bapak



Over Protective
          Sebenarnya aku muak dengan segala aturan rumah yang dibuat oleh Bapak, walau tak tertulis, tapi semua anak-anaknya harus mengikuti kode etik itu semua, aku, adik perempuanku dan si bungsu, kerap kali aku menangis sesenggukan di kamar seorang diri, merasakan “kejam” dan ketatnya aturan rumah, secara itu semua bertentangan dengan kebiasaan dan karakter lazimnya anak ABG seusiaku, penuh hormon dan hobi berkumpul sama teman-teman sebaya. Pernah suatu hari aku tanya motif dibalik itu semua, “kamu akan mengerti sendiri kelak” jawabnya dengan dingin, pengekangan yang menurutku terlalu, banyak membuat aku menjadi pribadi remaja yang tertutup, kuper dan jadul kala berkumpul dengan teman-teman setelah shalat berjamaah di musholla samping rumah, kadang untuk menghibur itu semua aku hanya mengeluh pasrah dalam hati, semoga ada hikmah di balik ini semua ….
Single parent
        Sepeninggal ibu, Bapak berjuang sendirian mengasuh dan membesarkan anak-anaknya seorang diri, aku yang masih duduk di kelas lima SD masih terlalu kecil untuk bisa diajak bersama memenuhi segala kebutuhan keluarga, dengan profesi sebagai petani yang menggarap sawah 1 lokasi yang tidak cukup luas, Bapak mencoba untuk menutup dan memenuhi semua kebutuhan kami sekeluarga, mulai dari makanan, pakaian dan pendidikan, masih sangat teringat jelas ketika Bapak hendak pergi ke sawah menyempatkan diri untuk membuat sarapan untuk kami semua ala kadarnya sebagai bekal untuk berangkat sekolah, dengan alasan agar uang saku sekolah tidak terlalu banyak, kadang adik juga marah-marah menghadapi keadaan ini, tapi aku mencoba untuk membujuknya, Bapak hanya terdiam merasa tak kuasa untuk memberikan lebih kepada anak-anaknya, aku cukup mengerti dengan kondisi kelauarga saat itu, sehingga aku bisa legowo menerima keadaan ini, semoga ada hikmah dibalik ini semua ….

Menjunjung pendidikanku
          Walau beliau tidak pernah mengenyam dunia pendidikan tingkat lanjutan, tapi layaknya seorang Bapak pada umumnya, beliau memiliki harapan besar untuk menyekolahkan anak-anaknya ke tingkat yang paling tinggi, terbukti sampai saat ini saya tengah mengenyam dunia s2 dan si bungsu bulan ini diwisuda s1, hanya adik perempuan saya saja yang berakhir di pendidikan setingkat SMA, selain kurang minat, ia juga keburu menikah dengan lelaki yang dikenalnya selama sekolah, Bapakpun menentukan target pada adik perempuanku, harus lulusan pesantren, karena memang aku dan si bungsu setamat SD langsung dimasukkan Bapak ke pesantren walau sebenarnya kami agak keberatan. Tapi untuk adik perempuanku memang kurang berminat melanjutkan ke dunia pesantren, jadi minimal menantu Bapak yang harus jebolan pesantren agar bisa membina adik perempuanku. semoga ada hikmah dibalik ini semua ….

Bangga dengan kesuksesanku
          Walau kadang menjengkelkan, sikap Bapak yang lebay ketika prestasi yang kuperoleh aku ceritakan ke beliau, dengan maksud untuk mencari arahan dan sekedar sharing ke beliau sebenarnya, tapi Bapak selalu menceritakan keberhasilan itu ke orang-orang disekitarnya dan aku melihat ada perasaan bangga di raut wajah Bapak kala dengan ekspresif menceritakan kesuksesan yang aku capai, tidak berlebihan memang, secara seorang petani kampung yang berpendidikan rendah tapi bisa menyekolahkan anak-anaknya yang terbilang cukup tinggi seukuran lingkungan desa tempat kami tinggal. Inikah hikmah dibalik semua peristiwa itu …

Kini telah jauh
          Kini aku tak serumah lagi dengan Bapak, Bapak sekarang tinggal berdua dengan ibu tiriku, adik perempuanku juga sudah memiliki rumah sendiri, adik bungsuku juga masih menetap di asrama pesantrennya, setiap bulan aku sempatkan untuk menjenguknya dan mengobati rasa kangennya pada putriku, cucu keduanya. Beliau kelihatannya sudah puas dan lega karena telah membekali anak-anaknya tidak dengan harta berlimpah, tapi dengan ilmu-ilmu yang beliau berikan lewat pendidikan di sekolah sebagai manual book menapaki mahligai rumah tangga dan kehidupan kita, inilah hikmah dari kejadian peristiwa yang pernah Bapak ajarkan dan tetapkan kepada kami semua ….
          Bapak … aku akan selalu merindumu dengan sepuluh kekuranganmu dan berjuta kelebihanmu, I love u forever my dad ….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar