Over
Protective
Sebenarnya aku muak dengan segala aturan rumah yang dibuat
oleh Bapak, walau tak tertulis, tapi semua anak-anaknya harus mengikuti kode
etik itu semua, aku, adik perempuanku dan si bungsu, kerap kali aku menangis sesenggukan
di kamar seorang diri, merasakan “kejam” dan ketatnya aturan rumah, secara itu
semua bertentangan dengan kebiasaan dan karakter lazimnya anak ABG seusiaku,
penuh hormon dan hobi berkumpul sama teman-teman sebaya. Pernah suatu hari aku
tanya motif dibalik itu semua, “kamu akan mengerti sendiri kelak” jawabnya
dengan dingin, pengekangan yang menurutku terlalu, banyak membuat aku menjadi
pribadi remaja yang tertutup, kuper dan jadul kala berkumpul dengan teman-teman
setelah shalat berjamaah di musholla samping rumah, kadang untuk menghibur itu
semua aku hanya mengeluh pasrah dalam hati, semoga ada hikmah di balik ini
semua ….
Single
parent
Sepeninggal ibu, Bapak
berjuang sendirian mengasuh dan membesarkan anak-anaknya seorang diri, aku yang
masih duduk di kelas lima SD masih terlalu kecil untuk bisa diajak bersama memenuhi
segala kebutuhan keluarga, dengan profesi sebagai petani yang menggarap sawah 1
lokasi yang tidak cukup luas, Bapak mencoba untuk menutup dan memenuhi semua
kebutuhan kami sekeluarga, mulai dari makanan, pakaian dan pendidikan, masih
sangat teringat jelas ketika Bapak hendak pergi ke sawah menyempatkan diri
untuk membuat sarapan untuk kami semua ala kadarnya sebagai bekal untuk
berangkat sekolah, dengan alasan agar uang saku sekolah tidak terlalu banyak,
kadang adik juga marah-marah menghadapi keadaan ini, tapi aku mencoba untuk
membujuknya, Bapak hanya terdiam merasa tak kuasa untuk memberikan lebih kepada
anak-anaknya, aku cukup mengerti dengan kondisi kelauarga saat itu, sehingga
aku bisa legowo menerima keadaan ini, semoga ada hikmah dibalik ini semua ….
Menjunjung
pendidikanku
Walau beliau tidak pernah mengenyam dunia pendidikan
tingkat lanjutan, tapi layaknya seorang Bapak pada umumnya, beliau memiliki
harapan besar untuk menyekolahkan anak-anaknya ke tingkat yang paling tinggi,
terbukti sampai saat ini saya tengah mengenyam dunia s2 dan si bungsu bulan ini
diwisuda s1, hanya adik perempuan saya saja yang berakhir di pendidikan
setingkat SMA, selain kurang minat, ia juga keburu menikah dengan lelaki yang
dikenalnya selama sekolah, Bapakpun menentukan target pada adik perempuanku,
harus lulusan pesantren, karena memang aku dan si bungsu setamat SD langsung
dimasukkan Bapak ke pesantren walau sebenarnya kami agak keberatan. Tapi untuk
adik perempuanku memang kurang berminat melanjutkan ke dunia pesantren, jadi
minimal menantu Bapak yang harus jebolan pesantren agar bisa membina adik
perempuanku. semoga ada hikmah dibalik ini semua ….
Bangga
dengan kesuksesanku
Walau kadang menjengkelkan, sikap Bapak yang lebay ketika
prestasi yang kuperoleh aku ceritakan ke beliau, dengan maksud untuk mencari
arahan dan sekedar sharing ke beliau sebenarnya, tapi Bapak selalu menceritakan
keberhasilan itu ke orang-orang disekitarnya dan aku melihat ada perasaan
bangga di raut wajah Bapak kala dengan ekspresif menceritakan kesuksesan yang
aku capai, tidak berlebihan memang, secara seorang petani kampung yang berpendidikan
rendah tapi bisa menyekolahkan anak-anaknya yang terbilang cukup tinggi
seukuran lingkungan desa tempat kami tinggal. Inikah hikmah dibalik semua
peristiwa itu …
Kini
telah jauh
Kini aku tak serumah lagi dengan Bapak, Bapak sekarang
tinggal berdua dengan ibu tiriku, adik perempuanku juga sudah memiliki rumah
sendiri, adik bungsuku juga masih menetap di asrama pesantrennya, setiap bulan
aku sempatkan untuk menjenguknya dan mengobati rasa kangennya pada putriku,
cucu keduanya. Beliau kelihatannya sudah puas dan lega karena telah membekali
anak-anaknya tidak dengan harta berlimpah, tapi dengan ilmu-ilmu yang beliau
berikan lewat pendidikan di sekolah sebagai manual book menapaki
mahligai rumah tangga dan kehidupan kita, inilah hikmah dari kejadian peristiwa
yang pernah Bapak ajarkan dan tetapkan kepada kami semua ….
Bapak … aku akan selalu merindumu dengan sepuluh
kekuranganmu dan berjuta kelebihanmu, I love u forever my dad ….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar