Berawal dari anggapan bahwa
vegetarian dapat membantu program pelestarian lingkungan hidup dan
kesejahteraan hewan, karena mereka hanya mengkonsumsi sayur- sayuran. Mengkonsumsi
sayuran juga lebih sehat, panjang
umur, bahkan awet muda, juga terhindar dari penyakit jantung, Kendati masih mungkin mengonsumsi produk
olahan hewan seperti keju, telur atau susu. Karena dengan meminimalisir atau menghilangkan
daging sama sekali bisa mengurangi potensi tertular berbagai jenis penyakit
kronis terutama kanker.
Kini, Vegetarian tidak hanya sebagai sebuah tren namun juga
telah dianggap sebagai gaya hidup yang telah dipilih oleh para vegan. Hal
inilah yang memunculkan pertanyaan bagi sebagian kalangan mengapa mereka memilih
“puasa daging” dan menjadi vegetarian padahal masih banyak makanan non
vegetarian yang enak?
Diberbagai kasus, orang India yang mayoritas beragama Hindu menjadi
vegetarian karena alasan agama mewajibkan para umatnya untuk menjauhi makanan
yang berasal dari hewan. Selain itu, nilai-nilai tradisi India juga mengajak
warganya untuk melindungi pelestarian hewan dengan tidak mengonsumsinya secara
berlebih.
Dikarenakan keharusan untuk
mengkonsumsi sayuran saja setiap hari, kadangkala muncul sifat bosan untuk
mengkonsumsi itu-itu melulu, dan dalam mengkreasikan sebagai upaya penghilang
rasa jenuh, kini variasi masakan vegetarianpun berkembang tidak hanya
menggunakan sayuran sejenis sebagai bahan utama untuk memasak,
namun juga bisa berupa hasil olahan tepung yang dapat membentuk semacam
daging-dagingan seperti daging asli. Daging vegetarian ini ditujukan
untuk membantu proses adaptasi pemula yang akan menjalani diet vegetarian
sekaligus sebagai penumbuh selera makan lanjutan.
Sayur yang
cocok untuk diolah menjadi masakan dengan rasa daging merupakan salah satu cara
untuk membantu para vegetarian kala perasaan bosan mengkonsumsi sayuran
mendera, berikut sayuran yang bisa diolah dengan rasa daging, hemm. Yummy..
1. Jamur
Siapa yang tidak kenal
dengan jamur? Tanaman yang tidak memiliki zat hijau daun ini, kini sudah banyak
dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Selain rasanya lezat, jamur juga kaya
akan kandungan nutrisi yang baik bagi kesehatan tubuh.
Jamur sebagai pengganti
daging merupakan solusi tepat, terlebih bagi vegetarian atau yang sedang menjalankan
diet. Untuk mencegah penyakit kolesterol tinggi, harus dihindari mengkonsumsi makanan
yang mengandung kalori tinggi diantaranya adalah daging. Namun jika disarankan
untuk menghindari daging, Kita bisa menggantinya dengan tanaman yang memiliki
banyak jenis seperti kikik, tiram, khamir, bulan dan lainnya ini.
Rasa jamur pun tidak kalah
lezatnya jika dibandingkan dengan daging. Oleh karena itu, kita bisa
memanfaatkan jamur sebagai pengganti daging agar tubuh terhindar dari berbagai
macam penyakit yang berhubungan dengan kalori tinggi. Jamur juga sangat cocok
untuk dimasak sebagaimana layaknya daging seperti krispy, kentucy, semur, sate
dan olahan-olahan lainnya, teksturnya yang kenyal membuat jamur serasa daging
sungguhan.
2. Rebung / Tunas Bambu
Rebung merupakan sejenis
kecambah yang tumbuh keluar di sekitar tanaman bambu. Tunas muda bambu ini
dapat dijadikan salah satu alternatif bahan makanan sehari-hari. Tanaman yang
berasal dari hutan tradisional di China selama lebih dari 2.500 tahun ini tidak
hanya lezat tapi juga kaya akan nutrisi seperti protein, asam amino, lemak, gula dan garam
anorganik yang menghantarkannya terdaftar
sebagai salah satu makanan kesehatan terpopuler dunia.
Raja Sayuran hutan, begitu
orang jepang menyebutnya selain
digunakan sebagai isi lumpia, rebung juga sering digunakan sebagai
bahan sayur untuk masakan khas Jawa Tengah. dan kini rebung juga dapat diolah
untuk berbagai macam bahan makanan olahan berbahan dasar rebung seperti tepung rebung yang memiliki kandungan pati
yang cukup tinggi, cuka rebung, keripik rebung, rebung
beku, dan asinan rebung. Bahkan
rebung juga bisa diolah sedemikian rupa hingga memunculkan kekenyalan tertentu
menyerupai tekstur daging, hal itu juga bisa menjadi alternative lain sebagai
pengganti daging.
3. Brokoli
Brokoli adalah tanaman sayuran yang terkategori jenis kubis-kubisan
atau Brassicaceae,
Brokoli berasal dari daerah laut tengah dan sudah sejak masa Yunani Kuno
dibudidayakan. Sayuran ini masuk ke Indonesia sekitar 1970-an dan kini cukup populer
sebagai bahan pangan
Sayuran yang memiliki nama Brassica
Oleracea L. Kelompok Italica ini merupakan tanaman
yang hidup pada cuaca dingin dan lebih mirip dengan kembang kol, sebagai
sayuran, tanaman yang memiliki kebaikan berupa kalsium dan vitamin K yang
tinggi membuat sayur brokoli juga sangat baik untuk kesehatan tulang. Cara
mengolahnya umumnya direbus digunakan lalapan dengan memakannya secara langsung
setelah dibersihkan, namun cara terbaik mengolahnya adalah dengan cara dikukus,
hal ini bertujuan
agar aneka vitamin dan nutrisi penting di dalamnya tidak hilang selama proses
pemasakan.
Sebagaimana kebanyakan sayuran lainnya, brokoli juga ampuh
sebagai pelancar pencernaan, manfaat lain dari sayuran ini salah satunya adalah
untuk diet, meski pada dasarnya sayuran ini agak mengandung lemak, sayuran
jenis ini juga bisa diolah sebagaimana daging dengan digoreng crispy, rolade,
balado, semur dan masakan sejenis lainnya yang bisa menciptakan cita rasa
daging.
4. Lompong / Batang Talas
Talas merupakan tumbuhan penghasil umbi yang cukup penting.
Tumbuhan ini diperkirakan berasal dari Asia tenggara atau Asia tengah bagian
selatan, talas diduga telah dibudidayakan manusia sejak masa purba, bahkan sebelum
padi ditanam
orang, Kini talas telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk India,
Cina, Afrika Barat dan Utara serta Hindia Barat dan di Indonesia,
talas populer ditanam hampir di semua daerah.
Banyak bagian yang dapat diambil manfaatnya dari tanaman yang
memiliki banyak nama ini, umbi, daun bahkan batangnya, atau yang dikenal dengan
sebutan lompong, ya lompong adalah
batang talas yang banyak dimanfaatkan masyarakat lokal sebagai bahan masakan
sayur. Dan ternyata tekstur lompong jika dimasak dengan cara pengolahan yang
pas dan tepat akan menghasilkan tekstur kenyal layaknya olahan daging, karena
itu banyak masyarakat yang mengolah batang keladi ini untuk menjadi alternatif
pengganti daging.
Beberapa sayuran
di atas merupakan jenis sayuran yang bisa dijadikan alternative lain dari
mengkonsumsi daging, terutama bagi mereka-mereka yang menghindari makan
berkalori tinggi. Selain sehat dan sangat baik untuk dikonsumsi. Rasanya juga
tak kalah enaknya dengan daging aslinya. Semoga artikel ini bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar