Selasa, 31 Januari 2023

BERSUA SANG IDOLA

Pagi itu, kala turut serta menghadiri undangan salah seorang teman dosen ujian terbuka promosi doktor di Universitas Islam Negeri Sayyid Aly Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU), tiba-tiba teringat bahwa kampus ini adalah tempat di mana tokoh literasi terkenal itu bertugas.

Akhirnya salah satu dari sudut kampus itu saya potret dan segera saya kirim ke beliau melalui WhatsApp, 4 menit terkirim beliau sudah merespon dengan memberi kabar bahwa beliau masih ada acara pembukaan KKN di Trenggalek, jam 12 siang baru ngantor.

Tepat pukul 12:09, beliau kirim WA bahwa beliau sudah di kantor, dan dipersilahkan untuk mampir ke kantor LP2M, dengan menggandeng salah satu teman mahasiswa pascasarjana di sana, saya mencari kantor LP2M, butuh waktu sekitar 15 menit setelah mencari saya tiba di depan kantor beliau.

Bak bertemu dengan seorang selebritis. rasa takjub dan gugup sempat muncul, namun sedikit mereda setalah dipersilakan masuk oleh beliau. figur yang selama ini saya kagumi lewat karya-karyanya baik buku, jurnal, tulisan di platform media sosial, web pribadi spirit literasi dan masih banyak lagi, kini dapat berjumpa langsung secara tatap muka.

Dalam perbincangan yang santai tersebut beliau menceritakan banyak hal berkaitan dengan perjalanan menulisnya, termasuk kiat-kiat serta strategi dalam membangun diri untuk gemar menulis.

Dalam obrolan hangat itu, sesekali disodorkan pada kami hasil buku yang telah diterbitkan oleh mahasiswa setiap melakukan kegiatan PPL, KKN, menghadiri seminar, konferensi dan acara besar lainnya.

Banyak pengalaman serta perjalanan yang terjal dan tidak gampang saat menggagas ide-ide yang diusung beliau dalam rangka memajukan kegiatan literasi. Hal itu sekaligus sebagai penyambuk diri saya agar tidak gampang menyerah dan cemen saat menjalani hal baru.

Tanpa terasa perbincangan kami berjalan 30 menit lebih, dan waktunya undur diri untuk menunaikan shalat dhuhur, dadan kebetulan beliau juga persiapan menguji promosi doktor pada sesi ke 4.

Sebelum pulang satu buku karya beliau diberikan kepada saya sebagai kenang-kenangan berjumpa dengan beliau sekaligus sebagai spirit untuk saya agar terus menulis secara konsisten.

Dari perjumpaan dan obrolan tersebut, setidaknya ada beberapa hal yang bisa saya tangkap dan anggap sebagai kiat-kiat dalam menulis, yaitu:

1. Komitmen
Banyak di antara orang yang produktif menulis justru datang dari orang yang memiliki kesibukan tinggi. Dan di tengah kesibukan itu seorang penulis harus benar-benar berkomitmen kuat untuk menyelesaikan target. Tanpa komitmen yang kuat, sebuah karya tulisan tidak akan pernah jadi.

2. Manajemen waktu
Aktivitas menulis berkaitan erat dengan kerja pikiran, dan pikiran akan benar-benar bekerja maksimal kalau dalam kondisi stabil, fresh dan bertenaga. Pengelolaan waktu untuk menulis dengan memperhatikan kinerja pikiran amat diperlukan.

Hal ini dipraktikkan beliau dalam kesehariannya, Beliau mengambil waktu menulis biasanya pukul 03:30 sebelum shubuh, dan akan disempurnakan di sela-sela senggang kesibukannya. Beliau jarang menulis di waktu malam karena selain energi sudah banyak terkuras seusai bekerja seharian, waktu tersebut dimaksimalkan untuk istirahat dan quality time bersama keluarga.

3. Bebas mengejar materi
"Jika ingin kaya, jangan menjadi penulis". Kata-kata ini kerap menghiasi di banyak media sosial jika tema kajiannya tentang menulis. Dan banyak pemula yang mundur teratur setelah melihat jargon ini, kondisi semacam ini dapat mengidentifikasi motivasi utama ia menulis.

Keinginan untuk menjadi kaya "hanya" karena menjadi penulis harus benar-benar dilupakan, namun, kata beliau, rezeki itu seperti karambol, jika konsisten menulis, maka rezeki tidak datang dari hasil royalti penjualan buku, namun dari dampak dari kita menulis, diundang seminar, bedah buku, menjadi terkenal dan privilege lainnya.

Beliau berkisah, pernah "didzolimi" oleh salah satu penerbit X dengan tidak pernah memberikan royalti meski buku tersebut banyak terjual, namun dari buku tersebut, melalui jalur lain, beliau mendapatkan kesempatan besar untuk diundang di salah satu kampus ternama di Jawa Timur.

4. Menulis saja
Kiat terakhir, ini yang menjadi pamungkas. Jika ingin menjadi seorang penulis andal, lakukan tiga hal ini, menulis, menulis, dan menulis.

Menulis lah tanpa embel-embel apapun, tulis semua hal berkaitan dengan kehidupanmu seperti riset, perjalanan, pekerjaan, perenungan, prestasi seseorang dan masih banyak lagi objek lainnya.

Menulis sebenarnya merupakan hal mudah dan sederhana, karena tahapannya hanya pada 3 aktivitas ringan yaitu menulis, koreksi, perbaiki, selesai, dan tulisan siap untuk dipublish, iya segampang itu.

Semoga perjumpaan dengan beliau, dapat menambah spirit menulis saya sekaligus tambahan jaringan silaturahim. Amin.
@myh

Minggu, 25 Desember 2022

MENATA WAKTU

 Beberapa hari terakhir, saya merasa jadwal kegiatan harian saya amburadul, terutama pada jam-jam malam menjelang istirahat. 


Jika dihitung, jam malam setelah isyak hingga pukul 12-an bukanlah waktu yang pendek, bahkan setara dengan jam formal pagi di tempat kerja, itu artinya banyak hal yang bisa dihasilkan dari waktu tersebut. 


Saya sempat berpikir, kala ngantuk menyerang dengan amat sangat. Waktu tidak tergunakan dengan baik, hasil yang dicapai juga sangat sedikit, kopi yang disediakan istri rutin setiap malam seolah percuma tak berefek sama sekali. 


Memang, energi yang ada hanya tenaga sisa dari aktivitas seharian, pagi di kantor madrasah, dan sore di kampus, istirahat siang hanya sekitar 2 jam untuk sekedar melepas lelah dan penat. 


Namum, waktu yang tersedia tentu amat sayang jika harus terlewati tanpa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat baik untuk urusan pekerjaan di sekolah, kampus, pribadi, atau sekedar peningkatan skill pribadi. 


Tersadari, agenda yang semrawut ini harus segera direfresh agar waktu dapat terpakai dengan bijak dan produktif sebagai wujud rasa syukur atas nikmat besar berupa kesehatan dan kesempatan. 


Komitmen diri amat diperlukan dalam menata manajemen waktu ini, karena aturan ini untuk pribadi bukan untuk digunakan orang lain, potensi untuk dilanggar dan tidak diterapkan sangat tinggi sekali. 


Mengapa demikian?, karena aturan berupa manajemen waktu ini saat dijalankan juga tidak ada reward yang diberikan, dan ketika dilanggar juga tidak ada punishment yang dijatuhkan, maka pada titik ini komitmen diri wajib diterapkan. 


Secara garis besar, waktu yang ada bisa dibagi menjadi empat, yaitu waktu persiapan kerja (04.00-08.00), waktu kerja 1 (08.00-12.00), Istirahat Siang (12.00-14.00), waktu kerja 2 (14.00-18.00, waktu longgar (18.00-23.00), dan waktu istirahat tidur (23.00-04.00). Dari pembagian waktu ini kemudian dilist per item secara detail agar dapat dilakukan secara ketat. 


Waktu persiapan kerja. 

Waktu ini amat sangat penting buat saya, waktu di mana kita dapat menyetting suasana hati, pikiran, kebiasaan dan lain sebagainya. Karena saya percaya, waktu pagi ini akan sangat mempengaruhi produktivitas jam-jam berikutnya hingga malam datang. 


Serangkaian aktivitas dijalankan sedetail list berikut:

-Bangun tidur

-Minum air putih

-Mandi plus berak

-Shalat hajat dan witir

-Membaca dalail dan al Mulk

-Baca satu artikel

-Imam shalat shubuh

-Wiridan plus senam ringan

-Baca Al Waqiah

-Jalan pagi

-Mendampingi belajar anak

-Bekerja dengan laptop (1 jam) 

-Bersih-bersih rumah

-Sarapan

-Berangkat sekolah


Waktu Istirahat Siang. 

Waktu singkat ini akan saya manfaatkan dengan sebaik-baiknya, kendati kategori jam istirahat siang, namun demikian diupayakan agar di waktu tersebut dapat benar-benar berkualitas dengan jadwal sebagai berikut:

-Mengantar anak pulang sekolah

-Makan Siang

-Tidur sekilas

-Jamaah shalat dhuhur


Waktu kerja 2

Waktu ini selain untuk bekerja, juga merupakan media pengasah skill intelektual saya, di sini saya menemukan banyak hal dan pengalaman yang berpengaruh terhadap prinsip, jati diri, passion, serta kemampuan saya yang selama ini belum tergali dengan baik. 


Tidak banyak ragamnya di jam kerja 2 ini, karena hanya bersifat mengajar di kampus, dan juga menjalankan beberapa fungsi seperti kepala perpustakaan, absensi dosen, menata dosen badal, serta mengelola jurnal. 


Waktu Longgar

Waktu ini bisa dikatakan kesempatan untuk mengerjakan berbagai hal, seperti:

-Bercengkerama dengan keluarga

-Menghadiri undangan tetangga,

-Mendampingi anak belajar

-Mengantar istri COD

-Jalan-jalan malam

-makan malam


Sehabis shalat isya' jeda waktu sekitar 3 jam, kalau tidak ngantuk berat, biasanya waktu banyak dihabiskan di depan laptop, mengerjakan apapun yang ada di dalamnya seperti edit jurnal, buku, scrolling IG pengasah skill, nonton YT inspirasi dan motivasi, atau kadang hanya sekedar hiburan berkualitas semacam Lapor pak! 


Baron, 24 Desember 2022

Senin, 21 November 2022

PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN STAIDA MENUJU HYBRID LIBRARY

Pelayanan perpustakaan kian hari harus terus ditingkatkan, terlebih di tengah kemudahan yang diberikan oleh kecanggihan teknologi. 


Termasuk pada layanan referensi mahasiswa, selama ini mahasiswa saat pinjam koleksi di perpustakaan sebatas hanya pada buku cetak yang tersedia di 6 rak besar perpustakaan. 


Di semua rak tersebut mereka harus dengan jeli dan teliti memilih satu demi satu referensi yang mereka butuhkan untuk menyusun makalah atau tugas lainnya dari dosen, tentu proses demikian membutuhkan waktu yang lama dan membosankan. 


Menyikapi hal tersebut, perpustakaan STAIDA berupaya untuk meningkatkan layanan dengan merambah ke koleksi digital, sehingga pada akhirnya koleksi yang disediakan oleh perpustakaan Staida ada dua jenis, yaitu koleksi cetak dan elektronik atau digital. 


Model perpustakaan yang menyediakan dua jenis koleksi berbentuk konvensional dan elektronik ini lazim disebut perpustakaan hibrida (Hybrid Library). 


Sembari terus berupaya melengkapi koleksi berbentuk offline di rak-rak perpustakaan, pihak pustakawan juga terus menambah koleksi digital seperti e-book, e-jurnal, e-prosiding, repositori, kitab turats dan referensi file lainnya.


Ke depan, file skripsi mahasiswa serta jurnal penelitian dan pengabdian dosen Staida juga akan dikoneksikan ke sana melalui aplikasi SLiMS milik perpustakaan Staida. 


Kesemua referensi di atas bisa diakses oleh mahasiswa maupun dosen dengan cepat dan mudah pada komputer yang disediakan oleh perpustakaan Staida. 


Semoga langkah-langkah kita dalam penguatan layanan di perpustakaan dipermudah demi kemajuan STAIDA. Amin. 

@myh

Kamis, 19 Agustus 2021

OFFICIAL JURNALISTIK IMAJINER

Setiap Jum'at sore, semua anggota tim yang hebat dan produktif itu berkumpul untuk berdiskusi mengenai tema up to date yang layak untuk diangkat menjadi tajuk utama bulan ini. 


Bermodal energi full dan semangat menggebu, mereka datang ke kantor dengan membawa segudang ide brilian dan gagasan out of the box yang siap untuk dieksekusi menjadi program inovatif edisi berikutnya. 


Ide-ide itu kemudian digodok melalui pendekatan brain storming agar topik terpilih benar-benar kreatif, inovatif dan juga inspiratif. Misinya adalah membawa perubahan bagi pembaca. 


Kantor direksi didesain minimalis dengan mengusung tema go green mirip studio podcastnya Bang Sandiaga S. Uno. Di dalamnya juga berjejer dua komputer berikut printer sebagai operasional kerja buletin plus ruang meeting semua anggota di sebelahnya. 


Agar geliat semangat tiap anggota tetap terpelihara, di beberapa sisi dinding juga ditempel beberapa tipografi motivasi dan tokoh-tokoh jurnalistik seperti Najwa Shihab, Dahlan Iskan, Andy F. Noya, Oprah Winfrey dan figur inspiratif lainnya. 


Di depan juga diberi fasad yang disediakan bagi para tamu yang berkunjung baik dari kalangan sekolah maupun siswa, karena kantor memang disetting welcome bagi siapa saja yang ingin datang, komitmen ini dituangkan di atas keset di depan teras. 


Di sebelah kanan ruang meeting, terdapat ruang podcast minimalis ala-ala studio Deddy Corbuzier yang disiapkan untuk wawancara tokoh yang ditarget atau terkadang juga digunakan sebagai jumpa pers atau klarifikasi dari pihak madrasah atau yayasan. 


Adapun di sebelah kiri ruang meeting ada ruang editor team official yang bertugas membuat segala jenis informasi di dunia maya, seperti ucapan selamat, berbela sungkawa, fliyer, infografis dan sebagainya. Mereka harus senantiasa stand by mengawal segala momen penting untuk kemudian dibuat posternya. Bidang ini juga bekerjasama dengan divisi humas dan keamanan madrasah. 


Diberlakukan beberapa kode etik layaknya studio Narasi Najwa Shihab atau Di'sway miliki Dahlan Iskan. Harus berseragam saat rapat, pakai name tag atau co-card sebagai suport profesionalisme. Disiplin tinggi dalam menghargai waktu adalah spirit utama jadi konsensus dan komitmen Kita bersama. 


Secara berkala, direksi tabloid ini juga mengadakan semacam pelatihan dalam bentuk workshop, diklat, seminar dan acara sejenis yang diikuti oleh para siswa. Berbagai even lomba juga menjadi agenda rutin di kantor yang juga menjadi sentral jurnalistik madrasah ini. 


Strategi yang bagus dari organisasi ini adalah tim redaktur mengutamakan perekrutan yang masif di antara para siswa, karena dinilai ekstrakurikuler ini akan sangat berguna kelak setelah mereka lulus, jadi prinsipnya semakin banyak siswa yang mendaftar sebagai anggota, peluang untuk membumikan dunia literasi di sekolah menjadi semakin mudah. 


Semoga mimpi ini segera menjadi kenyataan di tengah minimnya minat dan pesimisme akan sambutan dari pihak berwenang dan penentu kebijakan. 


@myh

Rabu, 18 Agustus 2021

BUAT ATASAN MU TERPESONA DENGAN 5 HAL INI

Banyak hal yang bisa dilakukan oleh seorang karyawan di tempat kerjanya, dan semua nya akan tampak dan berdampak di mata orang lain termasuk rekan kerja dan juga atasan. 


Konsekwensi dari cara bekerja tersebut menjadi pilihan yang bisa mengarah pada dua hal yang saling berseberangan, melejitkan reputasi atau bahkan menjatuhkannya. Lalu apa saja tindakan dan perilaku yang dapat menaikkan prestasimu? Chek it out:


1. Konsisten

Orang dengan kemampuan cerdas tapi tidak konsisten akan kalah dengan mereka yang berkemampuan biasa namun konsisten. Jika ini yang dipegang, seberat dan sebesar apapun tugas yang diberikan atasan akan terlahap habis dengan modal konsistensi. 


Konsisten juga akan membawa para karyawan memukau atasan karena tugas yang diberikan tidak hanya tuntas namun juga tergarap dengan baik dan profesional. 


2. Fokus

Dalam pekerjaan, godaan yang muncul akan dapat mengaburkan konsentrasi Kita. Dalam kasus ini, fokus menjadi senjata utama agar gangguan dari luar bisa terkontrol dengan baik. 


Fokus menjadikan para karyawan dapat menyelesaikan tugas nya dengan kualitas tinggi. Dengan fokus, bahkan sang karyawan akan dapat memprediksi secara detail dan cermat semua hal yang dimandatkan padanya. 


3. Disiplin

Siapa yang tak tertarik memiliki karyawan yang berdisiplin tinggi, datang tepat waktu serta pekerjaan tuntas sesuai target adalah gambaran umum tentang disiplin seorang karyawan. 


Disiplin, dapat menggambarkan secara nyata dedikasi dan loyalitas seorang karyawan pada instansi dan atasan. Karena dengan disiplin, kepercayaan seorang pimpinan terhadap bawahan akan meningkat pula. 


4. Rapi

Ini soal estetika eksternal, namun pengaruhnya akan sangat baik terhadap perusahaan atau juga produk yang dihasilkan. Karakter bawahan yang selalu menjaga kerapian dapat dimaksimalkan dengan menularkannya pada instansi. 


Rapi tidak hanya sedap dipandang mata, namun juga akan dapat membawa brand tersendiri bagi karyawan atau perusahaan itu sendiri. 


5. Humble

Atasan dan bawahan adalah manusia, mereka memiliki perasaan dan emosional yang perlu untuk dijaga. Komunikasi, tenggang rasa, mendengarkan dan lain sebagainya adalah sikap-sikap yang dapat diambil saat bersosialisasi dengan mitra kerja. 


Aneka tindakan di atas memang tidak gampang diterapkan, sekali lagi dibutuhkan komitmen tinggi untuk menjaga ragam aktivitas yang dapat mengalihkan perhatian pimpinan pada seorang bawahan.

4 SKILL YANG HARUS DIKUASAI MILLENIALIS

Zaman kian hari kian berubah dengan support teknologi yang mengiringi dinamisasi kehidupan kini. Masyarakat dewasa ini semakin cerdas dengan perkembangan IT yang menyentuh segenap sendi kehidupan, butuh skill yang baik untuk menjalaninya terutama bagi anak muda yang kelak akan mengisi serta melanjutkan estafet kehidupan berikutnya. 


Agar tidak terkaget menghadapi gaya hidup yang serba instan dan canggih ini, dibutuhkan beberapa skill yang menjadi modal anak muda agar ia tidak hanya bisa survive, namun juga bisa sukses menaklukkan deras dan kerasnya laju kehidupan. 


1. Desain Grafis

Dominasi teknologi mewarnai kebutuhan dan lifestyle masyarakat, menjadikan skill ini menyedot perhatian sebagian besar warga butala untuk memenuhi hajat mereka. 


Berbagai momen dan giat digelar dengan memanfaatkan teknologi sebagai pendukungnya, tidak hanya itu, aneka acara itu juga membutuhkan penyampaian informasi dengan epik dan menarik. Pada titik ini, skill desain grafis yang mengandalkan kemampuan seni tinggi menjadi penting. Sebuah kompetensi yang lekat dengan kehidupan dan potensi anak muda, desain grafis pantas dan layak untuk dikuasai.


2. Literasi

Arus global menuntut kecerdasan lebih bagi masyarakat, terlebih kaum akademik. Kemampuan membaca, menulis, menganalisis, memprediksi dan sebagainya menjadi skill harian yang harus dikuasai. Segenap aktivitas juga membutuhkan itu sebagai wahana pengembangannya, anak muda juga berperan penting di sini sebagai user dan penggerak peradaban yang sarat akan atomatisasi ini. 


3. Kreativitas

Ijazah dan IPK bukan lagi menjadi takaran utama mengukur skill anak muda saat ini. Ya, Kreativitas merupakan kompetensi yang harus dikuasai para anak muda. Karakter yang masih original dan fesh menjadi modal utama kaum kekinian mengendalikan pergerakan kehidupan dengan amunisi kreativitas tadi. 


4. Humanis

Selain beberapa skill yang cemerlang di atas, kemampuan sosialisi kaum yuwana juga amat dibutuhkan, the power of team menjadi komitmen yang harus dipegang teguh agar tetap terlihat profesional. 


Untuk itu wahai anak muda, jangan tertinggal, Mari jadikan hari ini wahana belajar mengasah berbagai skill sebagai bekal menyusuri hidup yang kian berlari makin cepat.

INI DIA, 7 HAL PENJAGA MOOD DI PAGI HARI

Ada sebuah pemeo mengatakan kalau mood seseorang itu bisa ditentukan dari bagaimana perasaan orang tersebut di kala pagi hari. Bagaimana suasana hati seseorang antara bangun tidur hingga pukul 10 pagi, adalah gambaran dari seluruh hari yang akan ia jalani. 


Lalu, bagaimana menjaga mood di pagi hari agar hari-hari mu menyenangkan dan tidak diliputi rasa gundah dan badmood? Ini dia di antara caranya, simak baik-baik ya dan penting untuk dicoba. 


1. Bangun sebelum shubuh

Banyak tokoh terkenal yang memanfaatkan waktu sebelum shubuh untuk melakukan hal-hal yang inovatif. Waktu yang tenang, pikiran yang masih fresh, dan tubuh yang masih segar dapat menjadi modal merancang agenda mau melakukan apa saja hari ini. 


Waktu sebelum shubuh juga bisa digunakan untuk brain storming ide ide baru dan brilian semua program yang hendak dijalankan, jika mood sudah bagus, tinggal eksekusinya di siang hari. 


2. Bersyukur

Saat bangun tidur, jangan langsung beranjak dari tempat tidur, berhenti sejenak, syukuri masih diberikan kesempatan untuk menjalani kehidupan. Pejamkan mata dan rasakan energi positif masuk ke semua tubuh. 


Sembari memejamkan mata, niatkan dalam hati, hari ini akan banyak melakukan kebaikan, membantu orang lain yang sedang dalam kesulitan, dan membuang jauh semua hal negatif dan merugikan. Aktivitas ini akan bisa membantu jalan pikiran sehingga dorongan energi positif akan mempengaruhi suasana hati jadi lebih baik. 


3. Minum air putih 

Selepas melakukan ritual sederhana di atas, maka lanjutkan dengan banyak minum air putih semampunya. Sehabis tidur, badan membutuhkan asupan air yang cukup banyak setelah semalaman tidak terisi, untuk mencegah dehidrasi, maka minum air sebanyak nya menjadi solusi. Sebelum tidur, siapkan air putih di dekat tempat tidur agar saat bangun tidak sulit meraihnya, di sini minum air putih hangat sangatlah disarankan. 



4. Olahraga

Olahraga menjadi penting untuk dilakukan secara rutin setiap hari meski hanya 15-30 menit terlebih di masa pandemi seperti ini. Segarnya tubuh setelah olah raga akan menjadikan perasaan dan pikiran kita fresh kembali, hasilnya mood kita akan menjadi lebih baik. Jika sudah demikian, menyusuri hari-hari akan jadi lebih bersemangat dan kesuksesan pun akan datang mendekat. 


5. Baca berita

Suasana pagi yang sejuk dan segar akan mencipta suasana nyaman di pikiran. Kebeningan ini akan sangat suport jika digunakan untuk aktivitas membaca. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, membaca kini bukan menjadi hal yang sulit, karena semua sudah tersedia di gawai yang Kita miliki. 


Topik yang dibaca bisa apapun sesuai dengan kegemaran Kita, semisal politik, pendidikan, budaya, art, hobi, gaya hidup dan ragam tema lainnya. Jika aktivitas ini terus menerus dilakukan, selain menambah wawasan juga akan mampu mewarnai perjalanan hari-hari Kita. 


6. Bersih-bersih

Waktu pagi juga sangat bagus jika digunakan untuk rutinitas bersih-bersih. Selain tempat tinggal menjadi lebih bersih dan sehat, aktivitas ini juga bisa menciptakan rasa puas dan nyaman baik pikiran dan perasaan. Rasa nyaman ini yang kemudian mampu menarik energi positif sehingga berpengaruh terhadap mood kita di pagi hari. 


7. Mendengarkan Musik

Terakhir, segenap aktivitas di atas bisa dilakukan sembari diiringi musik yang mangalun, pilih lagu dengan beat cepat untuk menambah semangat bekerja. Sesekali juga perlu diputar lagu favorite kamu agar hari mu jadi lebih menyenangkan.