Senin, 21 November 2022

PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN STAIDA MENUJU HYBRID LIBRARY

Pelayanan perpustakaan kian hari harus terus ditingkatkan, terlebih di tengah kemudahan yang diberikan oleh kecanggihan teknologi. 


Termasuk pada layanan referensi mahasiswa, selama ini mahasiswa saat pinjam koleksi di perpustakaan sebatas hanya pada buku cetak yang tersedia di 6 rak besar perpustakaan. 


Di semua rak tersebut mereka harus dengan jeli dan teliti memilih satu demi satu referensi yang mereka butuhkan untuk menyusun makalah atau tugas lainnya dari dosen, tentu proses demikian membutuhkan waktu yang lama dan membosankan. 


Menyikapi hal tersebut, perpustakaan STAIDA berupaya untuk meningkatkan layanan dengan merambah ke koleksi digital, sehingga pada akhirnya koleksi yang disediakan oleh perpustakaan Staida ada dua jenis, yaitu koleksi cetak dan elektronik atau digital. 


Model perpustakaan yang menyediakan dua jenis koleksi berbentuk konvensional dan elektronik ini lazim disebut perpustakaan hibrida (Hybrid Library). 


Sembari terus berupaya melengkapi koleksi berbentuk offline di rak-rak perpustakaan, pihak pustakawan juga terus menambah koleksi digital seperti e-book, e-jurnal, e-prosiding, repositori, kitab turats dan referensi file lainnya.


Ke depan, file skripsi mahasiswa serta jurnal penelitian dan pengabdian dosen Staida juga akan dikoneksikan ke sana melalui aplikasi SLiMS milik perpustakaan Staida. 


Kesemua referensi di atas bisa diakses oleh mahasiswa maupun dosen dengan cepat dan mudah pada komputer yang disediakan oleh perpustakaan Staida. 


Semoga langkah-langkah kita dalam penguatan layanan di perpustakaan dipermudah demi kemajuan STAIDA. Amin. 

@myh

Kamis, 19 Agustus 2021

OFFICIAL JURNALISTIK IMAJINER

Setiap Jum'at sore, semua anggota tim yang hebat dan produktif itu berkumpul untuk berdiskusi mengenai tema up to date yang layak untuk diangkat menjadi tajuk utama bulan ini. 


Bermodal energi full dan semangat menggebu, mereka datang ke kantor dengan membawa segudang ide brilian dan gagasan out of the box yang siap untuk dieksekusi menjadi program inovatif edisi berikutnya. 


Ide-ide itu kemudian digodok melalui pendekatan brain storming agar topik terpilih benar-benar kreatif, inovatif dan juga inspiratif. Misinya adalah membawa perubahan bagi pembaca. 


Kantor direksi didesain minimalis dengan mengusung tema go green mirip studio podcastnya Bang Sandiaga S. Uno. Di dalamnya juga berjejer dua komputer berikut printer sebagai operasional kerja buletin plus ruang meeting semua anggota di sebelahnya. 


Agar geliat semangat tiap anggota tetap terpelihara, di beberapa sisi dinding juga ditempel beberapa tipografi motivasi dan tokoh-tokoh jurnalistik seperti Najwa Shihab, Dahlan Iskan, Andy F. Noya, Oprah Winfrey dan figur inspiratif lainnya. 


Di depan juga diberi fasad yang disediakan bagi para tamu yang berkunjung baik dari kalangan sekolah maupun siswa, karena kantor memang disetting welcome bagi siapa saja yang ingin datang, komitmen ini dituangkan di atas keset di depan teras. 


Di sebelah kanan ruang meeting, terdapat ruang podcast minimalis ala-ala studio Deddy Corbuzier yang disiapkan untuk wawancara tokoh yang ditarget atau terkadang juga digunakan sebagai jumpa pers atau klarifikasi dari pihak madrasah atau yayasan. 


Adapun di sebelah kiri ruang meeting ada ruang editor team official yang bertugas membuat segala jenis informasi di dunia maya, seperti ucapan selamat, berbela sungkawa, fliyer, infografis dan sebagainya. Mereka harus senantiasa stand by mengawal segala momen penting untuk kemudian dibuat posternya. Bidang ini juga bekerjasama dengan divisi humas dan keamanan madrasah. 


Diberlakukan beberapa kode etik layaknya studio Narasi Najwa Shihab atau Di'sway miliki Dahlan Iskan. Harus berseragam saat rapat, pakai name tag atau co-card sebagai suport profesionalisme. Disiplin tinggi dalam menghargai waktu adalah spirit utama jadi konsensus dan komitmen Kita bersama. 


Secara berkala, direksi tabloid ini juga mengadakan semacam pelatihan dalam bentuk workshop, diklat, seminar dan acara sejenis yang diikuti oleh para siswa. Berbagai even lomba juga menjadi agenda rutin di kantor yang juga menjadi sentral jurnalistik madrasah ini. 


Strategi yang bagus dari organisasi ini adalah tim redaktur mengutamakan perekrutan yang masif di antara para siswa, karena dinilai ekstrakurikuler ini akan sangat berguna kelak setelah mereka lulus, jadi prinsipnya semakin banyak siswa yang mendaftar sebagai anggota, peluang untuk membumikan dunia literasi di sekolah menjadi semakin mudah. 


Semoga mimpi ini segera menjadi kenyataan di tengah minimnya minat dan pesimisme akan sambutan dari pihak berwenang dan penentu kebijakan. 


@myh

Rabu, 18 Agustus 2021

BUAT ATASAN MU TERPESONA DENGAN 5 HAL INI

Banyak hal yang bisa dilakukan oleh seorang karyawan di tempat kerjanya, dan semua nya akan tampak dan berdampak di mata orang lain termasuk rekan kerja dan juga atasan. 


Konsekwensi dari cara bekerja tersebut menjadi pilihan yang bisa mengarah pada dua hal yang saling berseberangan, melejitkan reputasi atau bahkan menjatuhkannya. Lalu apa saja tindakan dan perilaku yang dapat menaikkan prestasimu? Chek it out:


1. Konsisten

Orang dengan kemampuan cerdas tapi tidak konsisten akan kalah dengan mereka yang berkemampuan biasa namun konsisten. Jika ini yang dipegang, seberat dan sebesar apapun tugas yang diberikan atasan akan terlahap habis dengan modal konsistensi. 


Konsisten juga akan membawa para karyawan memukau atasan karena tugas yang diberikan tidak hanya tuntas namun juga tergarap dengan baik dan profesional. 


2. Fokus

Dalam pekerjaan, godaan yang muncul akan dapat mengaburkan konsentrasi Kita. Dalam kasus ini, fokus menjadi senjata utama agar gangguan dari luar bisa terkontrol dengan baik. 


Fokus menjadikan para karyawan dapat menyelesaikan tugas nya dengan kualitas tinggi. Dengan fokus, bahkan sang karyawan akan dapat memprediksi secara detail dan cermat semua hal yang dimandatkan padanya. 


3. Disiplin

Siapa yang tak tertarik memiliki karyawan yang berdisiplin tinggi, datang tepat waktu serta pekerjaan tuntas sesuai target adalah gambaran umum tentang disiplin seorang karyawan. 


Disiplin, dapat menggambarkan secara nyata dedikasi dan loyalitas seorang karyawan pada instansi dan atasan. Karena dengan disiplin, kepercayaan seorang pimpinan terhadap bawahan akan meningkat pula. 


4. Rapi

Ini soal estetika eksternal, namun pengaruhnya akan sangat baik terhadap perusahaan atau juga produk yang dihasilkan. Karakter bawahan yang selalu menjaga kerapian dapat dimaksimalkan dengan menularkannya pada instansi. 


Rapi tidak hanya sedap dipandang mata, namun juga akan dapat membawa brand tersendiri bagi karyawan atau perusahaan itu sendiri. 


5. Humble

Atasan dan bawahan adalah manusia, mereka memiliki perasaan dan emosional yang perlu untuk dijaga. Komunikasi, tenggang rasa, mendengarkan dan lain sebagainya adalah sikap-sikap yang dapat diambil saat bersosialisasi dengan mitra kerja. 


Aneka tindakan di atas memang tidak gampang diterapkan, sekali lagi dibutuhkan komitmen tinggi untuk menjaga ragam aktivitas yang dapat mengalihkan perhatian pimpinan pada seorang bawahan.

4 SKILL YANG HARUS DIKUASAI MILLENIALIS

Zaman kian hari kian berubah dengan support teknologi yang mengiringi dinamisasi kehidupan kini. Masyarakat dewasa ini semakin cerdas dengan perkembangan IT yang menyentuh segenap sendi kehidupan, butuh skill yang baik untuk menjalaninya terutama bagi anak muda yang kelak akan mengisi serta melanjutkan estafet kehidupan berikutnya. 


Agar tidak terkaget menghadapi gaya hidup yang serba instan dan canggih ini, dibutuhkan beberapa skill yang menjadi modal anak muda agar ia tidak hanya bisa survive, namun juga bisa sukses menaklukkan deras dan kerasnya laju kehidupan. 


1. Desain Grafis

Dominasi teknologi mewarnai kebutuhan dan lifestyle masyarakat, menjadikan skill ini menyedot perhatian sebagian besar warga butala untuk memenuhi hajat mereka. 


Berbagai momen dan giat digelar dengan memanfaatkan teknologi sebagai pendukungnya, tidak hanya itu, aneka acara itu juga membutuhkan penyampaian informasi dengan epik dan menarik. Pada titik ini, skill desain grafis yang mengandalkan kemampuan seni tinggi menjadi penting. Sebuah kompetensi yang lekat dengan kehidupan dan potensi anak muda, desain grafis pantas dan layak untuk dikuasai.


2. Literasi

Arus global menuntut kecerdasan lebih bagi masyarakat, terlebih kaum akademik. Kemampuan membaca, menulis, menganalisis, memprediksi dan sebagainya menjadi skill harian yang harus dikuasai. Segenap aktivitas juga membutuhkan itu sebagai wahana pengembangannya, anak muda juga berperan penting di sini sebagai user dan penggerak peradaban yang sarat akan atomatisasi ini. 


3. Kreativitas

Ijazah dan IPK bukan lagi menjadi takaran utama mengukur skill anak muda saat ini. Ya, Kreativitas merupakan kompetensi yang harus dikuasai para anak muda. Karakter yang masih original dan fesh menjadi modal utama kaum kekinian mengendalikan pergerakan kehidupan dengan amunisi kreativitas tadi. 


4. Humanis

Selain beberapa skill yang cemerlang di atas, kemampuan sosialisi kaum yuwana juga amat dibutuhkan, the power of team menjadi komitmen yang harus dipegang teguh agar tetap terlihat profesional. 


Untuk itu wahai anak muda, jangan tertinggal, Mari jadikan hari ini wahana belajar mengasah berbagai skill sebagai bekal menyusuri hidup yang kian berlari makin cepat.

INI DIA, 7 HAL PENJAGA MOOD DI PAGI HARI

Ada sebuah pemeo mengatakan kalau mood seseorang itu bisa ditentukan dari bagaimana perasaan orang tersebut di kala pagi hari. Bagaimana suasana hati seseorang antara bangun tidur hingga pukul 10 pagi, adalah gambaran dari seluruh hari yang akan ia jalani. 


Lalu, bagaimana menjaga mood di pagi hari agar hari-hari mu menyenangkan dan tidak diliputi rasa gundah dan badmood? Ini dia di antara caranya, simak baik-baik ya dan penting untuk dicoba. 


1. Bangun sebelum shubuh

Banyak tokoh terkenal yang memanfaatkan waktu sebelum shubuh untuk melakukan hal-hal yang inovatif. Waktu yang tenang, pikiran yang masih fresh, dan tubuh yang masih segar dapat menjadi modal merancang agenda mau melakukan apa saja hari ini. 


Waktu sebelum shubuh juga bisa digunakan untuk brain storming ide ide baru dan brilian semua program yang hendak dijalankan, jika mood sudah bagus, tinggal eksekusinya di siang hari. 


2. Bersyukur

Saat bangun tidur, jangan langsung beranjak dari tempat tidur, berhenti sejenak, syukuri masih diberikan kesempatan untuk menjalani kehidupan. Pejamkan mata dan rasakan energi positif masuk ke semua tubuh. 


Sembari memejamkan mata, niatkan dalam hati, hari ini akan banyak melakukan kebaikan, membantu orang lain yang sedang dalam kesulitan, dan membuang jauh semua hal negatif dan merugikan. Aktivitas ini akan bisa membantu jalan pikiran sehingga dorongan energi positif akan mempengaruhi suasana hati jadi lebih baik. 


3. Minum air putih 

Selepas melakukan ritual sederhana di atas, maka lanjutkan dengan banyak minum air putih semampunya. Sehabis tidur, badan membutuhkan asupan air yang cukup banyak setelah semalaman tidak terisi, untuk mencegah dehidrasi, maka minum air sebanyak nya menjadi solusi. Sebelum tidur, siapkan air putih di dekat tempat tidur agar saat bangun tidak sulit meraihnya, di sini minum air putih hangat sangatlah disarankan. 



4. Olahraga

Olahraga menjadi penting untuk dilakukan secara rutin setiap hari meski hanya 15-30 menit terlebih di masa pandemi seperti ini. Segarnya tubuh setelah olah raga akan menjadikan perasaan dan pikiran kita fresh kembali, hasilnya mood kita akan menjadi lebih baik. Jika sudah demikian, menyusuri hari-hari akan jadi lebih bersemangat dan kesuksesan pun akan datang mendekat. 


5. Baca berita

Suasana pagi yang sejuk dan segar akan mencipta suasana nyaman di pikiran. Kebeningan ini akan sangat suport jika digunakan untuk aktivitas membaca. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, membaca kini bukan menjadi hal yang sulit, karena semua sudah tersedia di gawai yang Kita miliki. 


Topik yang dibaca bisa apapun sesuai dengan kegemaran Kita, semisal politik, pendidikan, budaya, art, hobi, gaya hidup dan ragam tema lainnya. Jika aktivitas ini terus menerus dilakukan, selain menambah wawasan juga akan mampu mewarnai perjalanan hari-hari Kita. 


6. Bersih-bersih

Waktu pagi juga sangat bagus jika digunakan untuk rutinitas bersih-bersih. Selain tempat tinggal menjadi lebih bersih dan sehat, aktivitas ini juga bisa menciptakan rasa puas dan nyaman baik pikiran dan perasaan. Rasa nyaman ini yang kemudian mampu menarik energi positif sehingga berpengaruh terhadap mood kita di pagi hari. 


7. Mendengarkan Musik

Terakhir, segenap aktivitas di atas bisa dilakukan sembari diiringi musik yang mangalun, pilih lagu dengan beat cepat untuk menambah semangat bekerja. Sesekali juga perlu diputar lagu favorite kamu agar hari mu jadi lebih menyenangkan.

Rabu, 22 April 2020

MELIBATKAN DIRI PADA KEGIATAN KEMASYARAKATAN


Beberapa waktu yang lalu, saat penulis hendak pergi menjenguk saudara ke pondok pada sore hari, penulis melewati depan kantor desa, dan kebetulan di sana ada salah satu guru PNS kenalan saya yang sedang jaga siaga covid 19, seketika pemandangan itu seolah membentak hati penulis, "Kenapa kamu tidak terlibat di sana?". padahal profesi serta latar belakang pendidikan juga hampir sama.

Sampai beberapa waktu berikutnya, penulis merasa gelisah dengan bentakan itu, entah mengapa tidak seperti biasanya, rasanya untuk kali ini betul-betul membuat hati dan pikiran saya terhentak, "Untuk berikutnya kamu harus ikut". desak penulis dalam hati.

Penulis berketetapan hati, untuk pemilu berikutnya penulis harus benar-benar terlibat minimal di tingkat RT dan RW lingkungan tempat penulis tinggal, entah jadi KPPS atau terjun di Bawaslu nya, yang penting adalah masuk pada bagian dari proses demokrasi tingkat desa.

Rasanya, mulai kini penulis harus banyak melakukan pendekatan-pendekatan terhadap beberapa orang-orang penting dan perangkat untuk mewujudkan impian penulis, apalagi didukung pak RT dan perangkat desa yang cukup aktif juga ada di lingkungan penulis dan termasuk anggota jamaah tahlil yang penulis ikuti, setidaknya satu dua jalan sudah mulai terbuka, tinggal melakukan langkah-langkah selanjutnya.

Selain itu, penulis kayaknya juga harus sering muncul di khalayak ramai, seperti kegiatan-kegiatan baik tingkat RT maupun tingkat desa. Kerja bhakti, acara keagamaan, kondangan bahkan takziyah yang tidak biasa penulis ikuti. Kalau lebih banyak muncul, mungkin orang-orang akan banyak mengenal dan tahu kemampuan penulis bidang apa untuk pengabdian pada lingkungan masyarakat sekitar.

Mencari pengalaman, menjadi faktor utama penulis melibatkan diri pada kegiatan masyarakat, juga sebagai eksplorasi kemampuan terhadap wadah yang benar-benar berbeda dari yang biasa penulis geluti. Selain itu, untuk menambah wawasan dan teman baru dengan bigron dan latar belakang yang berbeda bahkan bertentangan dengan penulis.

Intinya adalah belajar, mengasah kemampuan dan yang lebih ekstrim lagi adalah keluar dari zona nyaman. ya, situasi dan kondisi di mana selama ini penulis cenderung konservatif terhadap kegiatan kegiatan lingkungan yang berbasis kemasyarakatan.

Kemampuan manajerial, literasi dan sedikit publik speaking akan penulis jadikan senjata untuk "menggoda" mereka agar bisa mengajak penulis untuk bergabung pada komunitas yang menyelenggarakan pelayanan masyarakat yang lebih luas ini.

Semoga, .angan-angan dan impian ini Allah mudahkan dengan karakter dan tipikal penulis yang selalu minder, tertutup, tidak pede dan introvert ini, amin.

@myh

Minggu, 19 April 2020

AKU HARUS MENJADI PENULIS HEBAT


Rasa itu saya patri dalam-dalam di lubuk hati, pikiran dan otak bawah sadar saya, setiap hari aku harus menulis, entah bagaimana bentuk yang dihasilkan, setiap hari aku harus menulis, ya, setiap hari.

Hati saya seolah "terlukai" setelah penulis pemula tak berbakat seperti saya dengan penuh harap meminta pendapat untuk dikoreksi pada salah seorang senior, namun yang saya dapatkan hanyalah penghinaan yang merendahkan, tanpa ada masukan, ilmu atau koreksi kontennya. Jika dilihat dari gelagatnya sangatlah tampak sikap meremehkan sebuah karya seorang pemula dengan sedikit tertawa merendahkan.

Sikap timbal balik itu seharusnya tidak muncul dari seorang senior atau guru yang benar-benar mengharapkan akan banyak pemula yang mengikuti jejaknya, kecuali jika ia tidak ingin banyak penulis baru yang ingin belajar menjadi penulis agar ia saja yang menjadi seorang penulis di lingkungannya, jika memang benar demikian, maka kompetensi pedagogik nya sangatlah lemah.

Walhasil, dari permintaan untuk mengoreksi coretan saya dalam bentuk opini melalui japri pada senior yang sudah saya anggap guru tersebut tidak mendapatkan ilmu sama sekali, malahan seperti sabetan pisau tajam yang membuat luka menganga di dalam hati.

Sebenarnya bukan satu atau dua kali saya mengalami hal serupa dengan beliaunya, mulai dari pertama memasukkan beliau ke dalam grup WA menulis yang digagas teman dosen, komentarnya sudah terkesan meremehkan, tiada dukungan atau support yang kita terima, padahal tujuan utama dimasukkan grup agar dapat memberikan koreksi dan arahan bagaimana para pemula ini bisa konsisten dan tidak gampang down saat menulis dan akhirnya mandek. Menutup telinga kami ambil saat itu dan benar saja, grup kita konsisten selama satu bulan bisa menghasilkan minimal satu  "karya" perhari.

Kejadian berulang saat saya dan beberapa rekan mahasiswa dengan iseng mengajukan konsep latihan literasi kepada beliau, lagi-lagi bukan dukungan dan arahan bagaimana agar kami semangat melanjutkan, malah mendapat kritikan pedas dan mementahkan semua konsep dan rancangan untuk melangkah, seketika energi kami langsung surut.

Oke fine, aku harus menjadi penulis hebat seperti beliau, atau bahkan lebih dari beliau, agar nanti jika ada yang mau belajar bareng, saya bisa menjelaskan dengan detail dan rinci apa yang dibutuhkan, sekaligus saya ukur kompetensi dan kemampuan mereka, sehingga konsep yang ditawarkan tidak sampai menjadikan muntah dan sakit karena dosis yang diberikan terlalu tinggi.

Masih banyak teman-teman sekaliber beliau yang juga giat dalam dunia tulis menulis dan mau berbagi ilmu dan semangatnya kepada saya, sehingga kesemangatan untuk konsisten menulis senantiasa terjaga. Mereka kayaknya memiliki prinsip Saya hanyalah ...., Bukan lagi saya adalah ....

Biarlah pengalaman pahit itu saya gunakan sebagai batu loncatan dan cambuk penyemangat untuk menuju pada level yang lebih baik dengan terus semangat belajar dan praktik menulis setiap hari.

@myh