Senin, 19 Februari 2018

ADA NAMAKU DI SERAGAMMU



Ada yang berbeda dan sedikit menyita perhatian saat hilir mudik para siswa di lingkungan Madrasah, yaitu adanya identitas nama yang menempel di baju beberapa siswa, ya… hanya beberapa siswa, tidak semua siswa mengenakan itu, yang belakangan diketahui ternyata yang mengenakan ID itu hanya teman-teman dari pengurus OPK saja.

Kondisi demikian menyulut sebuah pertanyaan, mengapa tidak semua siswa mengenakan identitas itu ya? Padahal andaikan diterapkan, banyak sekali kemudahan-kemudahan yang bakal dapat dilakukan, di antaranya:

1.   Sebagai identitas kepemilikan baju
     Secara umum hal demikian tidak begitu penting, tapi kalau sudah berada di lingkungan pondok, hal yang kelihatannya remeh itu bisa menjadi alat yang bisa diandalkan, mengingat di komunitas tersebut sangat rawan terjadi kehilangan disebabkan pindah tempat, tertukar atau mungkin juga diambil santri lain. Dengan adanya identitas tersebut, minimal untuk baju sekolah yang semua siswa memiliki seragam dengan warna yang sama dengan mudah untuk diketahui.

Sebenarnya pemberian tanda pada masing-masing pakaian sudah dirasakan urgen bagi sebagian besar para siswa, terbukti dengan banyaknya tanda-tanda yang mereka berikan pada pakaian mereka, akan tetapi pemberian tanda kadang dilakukan “sekenanya”, berbentuk gambar, tulisan dengan ukuran jumbo, tertulis di area yang tak sepatutnya dan sebagainya, yang kadang tanda-tanda tersebut sangat jauh dari kata sopan.

2. Mempermudah kedekatan guru dengan siswa karena mengenal namanya
    
     Guru perlu menciptakan adanya kedekatan dan keakraban dengan para siswanya guna efektifitas pembelajaran, dan minimal bukti kedekatan tersebut adalah dengan mengetahui namanya, dalam kelas seorang guru yang tak mengenal kepribadian para siswanya mengakibatkan pembelajaran kurang optimal, setiap hari hanya “hai kamu yang berkopyah hitam …., iya kamu …” dalam berinteraksi di dalam kelas, dapatkah berjalan efektif gambaran yang demikian?

3.  Meminimalisir budaya _ghasab_

     Rasanya sangat sulit untuk menjauhkan kebiasaan meminjam tanpa seizin pemiliknya tersebut dari sebuah perkumpulan, tidak hanya di pesantren, di asrama, kos-kosan, _basecamp_ dan tempat-tempat sejenis aktivitas serupa juga kerap terjadi dengan beragam alasan pemakaian.
    
     Untuk meminimalisir perbuatan tersebut di antaranya adalah dengan memberikan identitas secara _publish_, sehingga kalau _ghasab_ benar-benar masih tetap dilakukan, _bakal ketahuan deh …._

4.  Mempermudah penelusuran baju saat hilang

     Setiap hari Selasa dan Jum’at, Petugas Kebersihan di pondok selalu disibukkan dengan tumpukan baju, sarung, seragam, sandal, sepatu yang tak bertuan, beberapa langkah pernah dicoba untuk mencegah kejadian senada, mulai dari denda, sita, ta’zir dan sebagainya, namun kebiasaan tersebut selalu terulang kembali karena petugas kesulitan untuk menebak si empunya.

     Dengan adanya label nama pada setiap pakaian-pakaian tersebut, tentu mempermudah petugas kebersihan untuk menelusuri pemiliknya, kalau sudah demikian penerapan _punishment_ menjadi lebih mudah untuk sekedar menjerakan mereka.

*Pentingkah pemberian nama siswa secara resmi pada seragam sekolah???*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar