Hari minggu adalah hari libur. Untuk siapa? Untuk siapa saja yang terjadwal hari itu, bukan hanya umat kristiani saja, namun beberapa organisasi dan instansi yang bahkan milik umat muslim sekalipun juga ambil libur di hari minggu.
Dengan tanpa mengesampingkan bahwa hari minggu adalah hari ibadah bagi saudara kita yang menjalankannya, hari minggu menjadi hari libur nasional dan merupakan hari keluarga.
Di tempat penulis bekerja, kasusnya juga sama, tidak hanya pagi namun juga saat sore hari, seolah semua menata diri untuk menghindari penjadwalan pada hari Minggu/Ahad kendati sekolah berada di lingkungan pesantren.
Jika memang dipaksakan masuk, tingkat ketidak hadiran pada hari minggu terbilang cukup tinggi. Dampaknya, banyak kelas yang dimasuki oleh guru pengganti dan sebagian besar dari siswa senior di tingkat atas.
Hari minggu dikatakan hari keluarga, memang banyak yang mengiyakan, hari beristirahat dari rutinitas kesibukan sehari-hari, biasanya dijadikan ajang keluar rumah atau jalan-jalan bersama keluarga. Apalagi jika mengingat pada hari minggu, banyak destinasi wisata dan perbelanjaan yang "open house" dalam rangka menyambut mereka.
Lalu bagaimana dengan hari Jum'at? Terlebih bagi sekolah dan instansi di lingkungan pesantren yang mengambil hari Jum'at sebagai hari libur?.
Hari Jum'at, selain ditentukan sebagai hari libur, juga dijadikan hari persiapan ibadah shalat Jum'at, ibadah mingguan yang terletak pada sayyidul ayyam. Sebagai umat muslim tentu kita harus menyambutnya dengan penuh suka cita, karena di sana banyak berkah dan peluang pahala.
Terlepas dari itu semua, apapun harinya, tergantung dari kita untuk menyikapinya sekaligus menata dan memanfaatkan peluang yang ada untuk hal-hal yang positif dan berguna.
@myh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar