Kamis, 23 Maret 2023

RAMADLAN PENUH UNTUK PUTRIKU

Setiap ramadlan tiba, selalu disambut dengan suka cita oleh semua umat muslim, termasuk Saya dan keluarga. 

Ya, banyak hal baru di setiap pelaksanaan puasa di tiap tahunnya, yang mana hal baru tersebut bisa jadi memang jejak dampak potret kehidupan yang penuh dengan pembelajaran. 

Tahun ini adalah tahun ke dua Saya dan keluarga menjalankan puasa di rumah yang baru saya tempati. Banyak perubahan aktivitas jika dibandingkan dengan saat masih tinggal bersama orang tua. 

Pada tahun ini juga, ada si kecil yang telah mulai belajar puasa satu hari penuh, dibutuhkan kesabaran dan kedewasaan untuk menuntun dan mengantarkannya hingga maghrib tiba. 

Baginya, ini mungkin berat, godaan terlihat di sana-sini, apalagi sekolah juga sudah mulai masuk, entah itu berpotensi sebagai penurunan semangat atau bahkan sebaliknya, menjadi semangat berlebih karena banyak ketemu teman-temannya dengan "nasib" yang sama. 

Satu sisi, dengan masuk sekolah, minimal separuh hari dari pikiran dan konsentrasinya difokuskan pada materi dan kegiatan di sekolah, namun sepulang sekolah, ia pasti merengek dengan berbagai alasan yang diutarakan. 

Tidur siang menjadi solusi utama untuk meredam emosi dan kepayahannya hingga saat bangun kondisinya kembali fresh dan siap mengikuti kegiatan sore hari hingga buka. 

Semoga kuat puasa penuh sehari hingga akhir bulan Ramadhan. Amin!


Baron, 23/03/23

Selasa, 21 Maret 2023

ANTRIAN PRODUKTIF

Saat melakukan transaksi di suatu bank, tidak biasanya menunggu antrian yang cukup lama seperti siang itu, masuk pukul 11:00 dan keluar dari bank pukul 13:40, hampir 3 jam transaksi dilakukan meski telah konfirmasi sebelumnya. 

Sebenarnya bisa dimaklumi, karena selain berangkatnya memang agak siang, saya baru ingat kalau saat itu adalah hari Senin, artinya pelayanan akan sedikit padat karena pelayanan usai tutup dua hari. sehingga antrian panjang pun tidak bisa dielakkan. 

Hari itu memang tidak seperti biasanya, agak rame dan antrian pun mengular panjang, beberapa customer juga terlihat menggerutu bahkan ada yang membatalkan transaksi meski telah ikut antri cukup lama. 

Ya, dalam antrian, ada pelajaran berharga yang bisa dipetik, yaitu kesabaran. Sabar untuk menunggu giliran tiba, sabar dalam mengambil tanggungjawab, dan sabar untuk menerima resiko. 

Jika ingin durasi antrian dekat, maka harus disikapi sejak awal, bisa datang lebih pagi, atau datang di jam-jam sepi, pilihan itu sepenuhnya ada pada kita sebagai pelaku. 

Atau jika memang terpaksa terjebak dalam antrian panjang, kita juga bisa memanfaatkan "masa menunggu" tersebut dengan hal-hal yang produktif seperti baca e-book, nonton video inspiratif, baca berita online, atau bahkan nambah skill melalui gawai kita. 

Dengan melakukan hal-hal di atas, dipastikan masa antrian yang menghabiskan waktu tidak berasa menjemukan dan berubah menjadi kesempatan yang lebih produktif dan positif. 

Sebagai konsumen yang bijak, kita harus menyadari akan resiko dari antrian ini, pihak pelayanan jasa pasti sudah menghitung betul estimasi waktu transaksinya, toh aktivitas para petugas juga tidak sedang santai-santai saja, itu berarti proses transaksinya memang membutuhkan waktu agak lebih. 

Saya bisa mengambil pelajaran dari hal tersebut saat berada di posisi yang sama, yaitu pelayanan jasa, pastikan agar konsumen tidak menunggu terlalu lama dengan mengukur transaksinya.

Dalam transaksi harus benar-benar dipertimbangkan efektivitas dan efisiensi aktivitas operasionalnya agar berdampak pada daftar tunggu tidak terlalu lama, karena semua tahu, pekerjaan yang paling membosankan adalah menunggu. 

Mari bersikap bijak dalam mengantri karena alih-alih menjadi aktivitas membuang-buang waktu malah menjadi kegiatan produktif yang bermanfaat untuk kita. 

Senin, 20 Maret 2023

MENJALANI TIGA MASA

"Hiduplah pada masa kini, karena hidup saat ini merupakan hidup yang sebenarnya, jangan ratapi mas lalu, dan jangan khawatir kan masa depan yang belum pasti."

Sederet kalimat itu mampir di beranda story saya beberapa waktu yang lalu, penggalan adagium itu sempat membuat saya mengernyitkan dahi dan berhenti sejenak untuk mencoba mencerna. 

Dalam keseharian, kita memang akan dihadapkan dengan tiga masa, yaitu masa lalu, masa kini, dan masa nanti, ketiganya akan kita lalui secara real, namun tentu harus disikapi berbeda. 

Kesalahan dan kealpaan dari perbuatan yang telah lalu pasti terjadi, dan oleh agama kita dianjurkan menyesalinya jika memang yang kita lakukan bertentangan dengan ajaran agama, namun agama juga melarang untuk terus meratapi semua kesalahan itu tanpa mengambil sikap apapun. 

Dalam konteks ini, menutupi dengan berbagai perbuatan positif sesuai petunjuk agama menjadi suatu sikap hamba yang terkonsep dalam terma taubatan nasuha, yakni penyesalan yang sebenarnya. 

Memenuhi masa lalu hanya dengan mengeluh dan meratapi secara terus menerus tentu bukan pilihan sikap yang bijak, kita telah difasilitasi masa kini untuk dijalani dan masa depan untuk dirancang. 

Memaksimalkan waktu yang ada dengan pelan dan pasti, menanti keajaiban dan kejutan peristiwa, menikmati semua perjalanan yang telah ditetapkan oleh Sang pengatur waktu, serta berupaya sekuat tenaga untuk tidak keluar dari lajur yang telah ditetapkan. 

Hidup di masa kini, juga akan menjadi torehan masa dan bisa dilihat dengan bahagia kelak pada masanya. Inovasi dan aneka kreativitas menjadi alat untuk mengukir jejak di atas kanvas masa real ini. 

Dan masa depan juga perlu untuk disongsong dan dirancang, namun juga tidak baik untuk dipikirkan dalam-dalam, karena hanya akan memunculkan kekhawatiran yang berlebihan. 

Rencanakan dengan baik masa yang akan kita lalui dengan senantiasa menambah kebaikan agar tidak masuk kategori manusia yang merugi atau bahkan manusia yang celaka dengan menurunnya kebaikan setiap hari. 

Sikapi masa lalu dengan istighfar, nikmati masa kini dengan hamdalah, dan songsong hari esok dengan berdoa. 

Minggu, 19 Maret 2023

MEMAKNAI MANAJEMEN WAKTU

Ada banyak pelajaran dan pengalaman menarik dari kegiatan yang saya ikuti pada seminar nasional bertajuk Society 5.0: Development Opportunities and their impact on Libraries” dan Musyawarah Nasional Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (APPTNU) kemarin. 

Kegiatan yang digelar di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) ini merupakan kegiatan perdana saya di asosiasi kepala perpustakaan tersebut. Bahkan pembayaran keanggotaan juga baru saya bayar sesaat sebelum masuk ruangan seminar. 

Dan pada kegiatan munas tersebut, terpilihlah kembali bu Yeni Fitria Nurahman, S.IIP. dari UNUSA setelah penghitungan suara mengalahkan tiga kandidat calon lainnya dari UNISMA, UNIPDU dan UNU Jepara. 

Dalam sambutannya, bu Yeni, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa dibutuhkan komitmen dan dedikasi tinggi untuk menggerakkan organisasi yang baru berusia bayi ini, kekompakan dari semua pengurus dan peran aktif anggota amat diperlukan untuk mendorong laju organisasi. 

Hal itu disampaikan karena pada kepengurusan sebelumnya beliau merasa bekerja sendiri, pengurus yang lain cenderung pasif untuk menggerakkan organisasi yang disahkan oleh LPTNU PBNU pada tahun 2020 di Jakarta ini. 

Sebelum demisioner, beliau juga memohon kepada semua pengurus yang akan terpilih nanti agar mau meluangkan waktu sedikit  secara berkala untuk turut memikirkan asosiasi yang fokus pada dunia perpustakaan dan kepustakawanan ini. 

Memang benar, dalam sebuah organisasi, semua organ yang ada di dalamnya harus turut berjibaku untuk menggerakkan kapal organisasi sesuai dengan bidang dan SOP masing-masing, karena pergerakan bukan hanya datang dari ketua semata, namun juga oleh semua awak yang terlibat di dalamnya. 

Selain itu, kedisiplinan dari semua anggota dalam melakukan kewajiban berupa pembayaran iuran juga perlu untuk ditingkatkan. Karena tanpa anggaran dana yang mencukupi, perjalanan organisasi ibarat mobil tanpa bahan bakar, kecuali jika jalinan sudah terbentuk dan mengakar, maka kegiatan bisa berjalan 0 rupiah. 

Bagi Perpustakaan Stai Darussalam Nganjuk, Asosiasi ini amat sangat dibutuhkan. Selain untuk menjalin silaturahmi dan link jaringan, atmosfer semangat dari pengelola perpustakaan dari Perguruan Tinggi lain diharap juga bisa menular dan menjalar ke pustakawan perpustakaan Staida. 

Semoga dengan bergabungnya Perpustakaan Staida bersama APPTNU ini dapat menjadi amunisi untuk mengembangkan Perpustakaan Stai Darussalam Krempyang Nganjuk menjadi lebih baik. 

Kamis, 16 Maret 2023

MENJADI EKSPONEN MINIMALIS

Area sudut rumah saya

Saat menempati rumah baru, saya putuskan untuk menjadi eksponen minimalis, semua prinsip yang berlaku pada gaya hidup minimalis saya implementasikan dalam rumah baru ku ini, mulai dari desain rumah, perabot, mebeler, tanaman, pakaian, makanan bahkan aktivitas kesehariannya. 

Saya merasa cocok dengan segala konsep yang diusung dari Jepang ini, namun secara eksplisit sebenarnya ajaran Islam juga menyentuh akan konsep tersebut melalui ajaran kesederhanaan dan kesahajaan. 

Menurut saya dengan menerapkan gaya hidup minimalis, bisa menghemat segalanya, waktu, tenaga, dana, dan konsentrasi. Dengan konsep itu, semua hal yang ada di sekitar kita dapat berjalan lebih efektif, efisien dan terorganisir. 

Dengan hidup minimalis, Waktu dan tenaga tidak banyak terbuang hanya dengan merawat lingkungan dan barang yang kita miliki tapi jarang dipakai. Dengan mengelola barang secukupnya, waktu bisa dialokasikan untuk hal lain yang lebih bermanfaat. 

Secara implementasi, menerapkan gaya hidup minimalis tidak semudah yang dipikirkan, butuh komitmen kuat untuk benar-benar menerapkan semua konsep dan prinsip yang berlaku,  terlebih jika kita sudah terbiasa berperilaku konsumtif. 

Setiap barang yang masuk ke rumah harus benar-benar dipertimbangkan secara fungsional, barang yang tidak terlalu penting bisa dibuang dan barang yang tingkat penggunaannya rendah bisa disimpan di tempat yang agak tersembunyi. 

Konsep yang paling saya suka dalam menerapkan gaya hidup minimalis adalah konsep less is more, di mana dengan barang yang sedikit maka di situ ada banyak kelebihan, space longgar, ruangan luas, barang mudah dicari dan yang paling utama adalah bersih. 

Setiap saat, saya memberlakukan less is more di beberapa sudut rumah saya, laci, almari, tanaman, jok sepeda, pakaian, meja belajar, meja kerja, area dapur dan juga lingkungan rumah. 

Selain menyenangkan, ada perasaan lega setelah aktivitas ini diselesaikan, kita jadi lebih menghargai setiap ruang dan space  yang ada di dalam rumah kita. Kebetulan istri dan anak ku juga gampang banget beradaptasi dengan gaya hidup ini. 

Tidak hanya di rumah, konsep minimalis juga saya berlakukan di area kerja di mana tempat saya bekerja, saking semangatnya aku, banyak kolega kerja saya yang paham dan mengerti kalau saya cenderung ke arah gaya hidup minimalis atau eksponen minimalis. 

Semangat terus mengembangkan konsep minimalis dan jangan pernah lelah, karena Allah tidak suka dengan hamba yang berlebihan. 

Selasa, 14 Maret 2023

BERMAIN HUJAN

Ia akan merengek dan diam selama apa yang diminta tidak dituruti, perilaku ini sudah saya pahami sejak lama dan menjadi pertanda jika ia sedang marah. 

Sore tadi hujan dengan lebatnya mengguyur setelah beberapa hari intensitas curah hujan yang rendah, hujan deras itu tanpa disertai dengan angin, hingga terlihat beberapa anak-anak depan rumah bermain sambil hujan-hujanan. 

Di tengah hujan deras itu, putri ku hanya melihat dari dalam rumah karena memang sudah ganti baju hendak ikut ibu kegiatan tahsin al Quran rutin setiap selasa sore. Putri dan istri saya telah siap namun belum jadi berangkat karena menunggu hujan reda. 

Hingga beberapa saat menunggu, putri saya mulai merengek minta bermain di tengah guyuran hujan, karena intensitas hujan mulai berkurang dan hujan turun dengan cukup tenang, akhirnya saya izinkan dengan catatan hanya di halaman rumah sambil masak-masakan. 

Saya awasi dari kamar tamu, kelihatannya ia cukup menikmati meski hanya sendirian, karena di lingkungan rumah mayoritas teman sebayanya adalah laki-laki. 

Biarkan ia menikmati dunia nya selama aman dalam pengawasan orang tua dan juga agar tubuhnya kebal dengan situasi dan kondisi hujan seperti ini. 

Selamat bermain sayang. 


MENJAGA KESUCIAN DI RUMAH

Rumah yang bersih dan rapi merupakan dambaan setiap orang, hal itu perlu dilakukan karena di rumah tersebut kita banyak menghabiskan waktu baik untuk istirahat maupun berkumpul dengan kelurga. Kemanapun kita beraktivitas, kembalinya tetap ke rumah. 


Sebagai seorang muslim, rumah yang standar juga harus ada tempat ibadah di dalamnya, dan dari sini, bersih dan rapi saja tidak cukup, maka suci dipersyaratkan di sana. 


Tempat ibadah di rumah bisa bermacam-macam bentuknya, ada yang ditempatkan tersendiri di ruangan khusus, ada juga yang menjadi satu di kamar hanya dengan menggelar karpet atau sajadah, bahkan juga ada rumah yang tanpa menyediakan tempat shalat secara khusus. 


Maka menjaga kesucian di rumah juga amat perlu untuk diperhatikan, karena banyak orang berasumsi yang penting bersih saja, urusan suci atau tidak jarang terpikirkan, padahal bersih belum tentu suci. 


Menjaga kesucian di rumah tidak semudah menjaga kesucian di mushalla atau masjid, karena di mushalla atau masjid aktivitasnya jelas dan pengguna juga mayoritas mengerti tata cara menjaganya. 


Namun kalau di rumah, aktivitas yang dilakukan amat banyak, apalagi kalau rumah tersebut sering dijamah tetangga atau orang luar, menjaga kesucian seolah sulit untuk diterapkan. 


Yang tidak kalah sulit nya menjaga kesucian adalah kala di rumah ada baby yang harus diasuh. Tiap sudut ruangan terasa sulit untuk menjaga kesucian. 


Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga kesucian di rumah, meski sulit, minimal bisa dilakukan sebagai upaya maksimal dalam kehati-hatian menjaga kesucian. 


Kita bisa menggunakan sandal khusus untuk di lantai atas, atau alas kaki yang tidak digunakan keluar rumah, sandal tersebut hanya digunakan saat ke kamar mandi untuk ambil air wudlu atau mandi jelang shalat. 

Dan pastikan ada ruangan tertentu yang digunakan untuk shalat dan benar-benar steril dari penggunaan aktivitas apapun, kalau hanya digunakan untuk shalat, Kira-kira tidak memerlukan ruangan yang luas. 


Dengan tetap menjaga kesucian semacam ini, menjadikan kita saat beribadah di rumah dengan tenang dan nyaman.